Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Periskop 2022: Perkembangan Mobil Listrik dan Mobil Terbang di 2022

Kurniawati Hasjanah , Jurnalis-Selasa, 04 Januari 2022 |12:01 WIB
Periskop 2022: Perkembangan Mobil Listrik dan Mobil Terbang di 2022
Ilustrasi Mobil Listrik (dok Unsplash)
A
A
A

Keamanan Mobil Terbang

Mengoperasikan mobil terbang tidak akan semudah mengendalikan drone. Mobil terbang biasanya memiliki banyak aspek dari berbagai teknologi yang memastikan benda itu mengudara dengan selamat sampai tujuan.

Berdasarkan laporan Frontiersin, aspek paling penting dari operasi mobil terbang yakni saat masa transisi. Hal ini bisa dianalogikan kala mobil terbang lepas landas dan mendarat. Situasi ini juga harus didukung dengan infrastruktur yang memadai.

Sementara itu, MIT Technology Review memaparkan, mobil terbang dirancang sangat kompleks dan tingkat keamanan tinggi untuk menghindari celaka. Namun demikian, masih terdapat tantangan pengembangan yang mesti diselesaikan agar mobil terbang dapat dikatakan aman.

Kendaraan ini membutuhkan banyak mesin yang dapat menghasilkan tenaga jauh lebih banyak supaya penerbangan stabil. Yang berarti, jika salah satu atau dua mesin gagal, kendaraan masih bisa terbang atau meluncur ke tempat aman.

Selain itu, penggunaan teknologi mobil terbang mengatasi tantangan saat operasional di udara sehingga dapat memastikan keselamatan penggunanya selama kondisi cuaca buruk. Seperti curah hujan tinggi, angin kencang, maupun saat badai salju.

Lebih lanjut, berkaitan operasional yang rencananya punya dua versi yakni secara manual dengan pilot, atau menggunakan sistem otonom tanpa pilot. Jika bersama pilot tentu semua harus tersertifikasi, sementara pada penerbangan otonom sistem ini harus dipastikan dapat bekerja maksimal.

Bahkan, mobil terbang dituntut harus sadar lingkungan, sehingga gerak mobil ini mesti sepenuhnya digerakkan tenaga listrik. Jangan sampai keberadaan mobil terbang konvensional malah memperburuk lingkungan.

Di samping itu mobil terbang juga butuh keamanan siber, mengingat kendaraan ini akan sangat otomatis, terkomputerisasi, dan kemungkinan besar akan terhubung ke jaringan terenkripsi untuk tujuan navigasi.

Sistem seperti itu akan mengamanatkan kebijakan untuk melindungi dari kejahatan dunia maya seperti akses jarak jauh yang tidak sah melalui Trojan dan malware, serangan DDoS yang mencegah akses jaringan. (nia)

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement