Mobil Terbang
Mimpi ingin naik mobil terbang? tenang saja, kini mimpimu bisa jadi kenyataan. Beberapa prototipe mobil terbang mulai dilakukan uji coba, bahkan terbaru Federal Aviation Administration (FAA) telah memberikan persetujuan untuk kendaraan hybrid darat-udara untuk dapat terbang dengan kecepatan 160 km/jam.
Melansir Daily Mail, mobil terbang Transition ini ditenagai oleh mesin injeksi bahan bakar Rotax 912iS Sport 100-hp. Transition memiliki kecepatan terbang maksimal 100 mph dan jangkauan sekitar 400 mil dengan ketinggian 10.000 kaki. Mesin pesawat dapat dijalankan dengan bensin premium atau bahan bakar pesawat 100LL, sementara mobil digerakkan oleh motor listrik hibrida.
Namun demikian, dibutuhkan sekitar satu tahun lagi sebelum komponen mobilnya bisa legal di jalan raya yaitu tahun 2022. Masih dibutuhkan pula upaya memenuhi standar keselamatan jalan raya.
Selain Transition, prototipe mobil terbang AirCar telah ikut uji coba. Prototipe mobil terbang AirCar membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk dikembangkan dan menelan biaya investasi kurang dari 2 juta euro (sekitar Rp34,4 miliar). Secara tampilan, mobil terbang ini terlihat seperti mobil pada umumnya dengan "ekor" berukuran besar di belakang.

Baca Juga:
3 Titik Jalan di Bekasi Rawan Kecelakaan, Pengendara Patut Hati-hati
Viral Postingan Jasa Pembuatan SIM di Facebook Mulai Rp400 Ribu, Cek Faktanya
Di Indonesia, mobil terbang EHang 216 telah dipamerkan beberapa waktu lalu. Kendaraan udara otonom berpenumpang (AAV) tersebut sebetulnya sudah diperkenalkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021, April lalu, tapi saat itu belum ada unitnya. Mobil terbang ini mampu mengangkat beban hingga 220 kilogram dan dapat melaju dengan kecepatan maksimal 130 km/jam.
Perkembangan mobil terbang yang kian pesat membuat Pemerintah Jepang berjanji untuk membantu memasarkan mobil terbang buatan Jepang pada 2023. Pengembangan mobil terbang dimaksudkan untuk mengurai kemacetan dan menjangkau wilayah pedalaman yang sulit dijangkau kendaraan darat.
Sebelumnya, terdapat beberapa perusahaan yang mengembangkan mobil terbang dan menguji coba bersama awak. Di antaranya Aeromobil pada 2014, Vahana pada 2018, Aurora pada 2019, Ehang 184 pada 2018, Volocopter 2016, hingga pabrikan Jepang Sky Drive pada 2020. Sedangkan sejumlah peneliti memperkirakan sekitar lima hingga 10 tahun ke depan mobil terbang mungkin menjadi hal lumrah di berbagai negara maju.