Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Periskop 2022: Perkembangan Mobil Listrik dan Mobil Terbang di 2022

Kurniawati Hasjanah , Jurnalis-Selasa, 04 Januari 2022 |12:01 WIB
Periskop 2022: Perkembangan Mobil Listrik dan Mobil Terbang di 2022
Ilustrasi Mobil Listrik (dok Unsplash)
A
A
A

JAKARTA - Tahun 2022 telah tiba, berbagai perkembangan mobil listrik dan mobil terbang semakin canggih. Penemuan mobil listrik dan mobil terbang terbilang revolusioner. Hal ini bahkan membuat Pemerintah Indonesia kian gencar mempercepat realisasi penggunaan keduanya.

Mobil Listrik

Melansir laman Departemen Energi AS (energy.gov), mobil listrik pertama ditemukan oleh Robert Anderson, pada 1832. Meski demikian, perlu waktu lebih dari setengah abad agar penemu lainnya mulai merancang mobil listrik, misalnya Henry Ford, Ferdinand Porsche, Karl Benz, dan William Morrison.

Dengan munculnya sederet tokoh tersebut, pamor mobil listrik sempat mengalami kenaikan pada awal 1900. Meski demikian, pamor terus menurun karena mobil berbahan bakar minyak tetap menjadi pilihan utama.

Namun, kondisi ini tak menyurutkan perusahaan otomotif. Tercatat, mobil listrik memasuki era penjualan setelah Toyota mengenalkan Prius Hybrid di pasar domestik Jepang. Ketika, penjualan Prius sebanyak 18.000 unit untuk tahun pertama produksi pada 1997, kemudian dijual secara global pada 2000.

infografis

Baca Juga:

Gokil! Warga Pati Beli Mobil Alphard, Rubicon dan HR-V untuk Kado Ultah Anaknya

Heboh Curhat Wanita Kena Abu Rokok Pengendara di Jalan, Bola Matanya Sampai Melepuh

Kemudian, Tesla lahir dan menggebrak pasar mobil listrik melalui Tesla Roadster berdesain sport pada 2004 dan didistribusikan kepada konsumen mulai 2008.

Langkah Toyota dan Tesla kemudian disusul Nissan yang mengenalkan city car Nissan Leaf, lalu Mitsubishi i-MiEV dan Chevrolet Volts dari General Motors, dengan model mobil listrik yang lebih kecil dan praktis.

Dinamika harga baterai yang mahal dan lokasi pengisian daya menjadi tantangan produsen mobil listrik, namun hal itu tidak menyurutkan manufaktur untuk bersiasat dengan teknologi plug-in hybrid atau menyediakan instalasi pengisian daya di rumah konsumen.

Berbagai jenama mobil listrik bermunculan pada tahun 2010-an, mulai dari pabrikan Eropa BMW, Mercedes-benz, Renault, Volkswagen hingga Asia melalui Kia Soul EV, Geely Panda EV, BYD E6 hingga Hyundai BlueOn.

Di Indonesia, mobil bertenaga listrik pertama kali dikembangkan pada tahun 2012 lalu. Namun sayangnya, beberapa kali pengembangan mobil tenaga listrik di Indonesia mengalami masalah. Ketika era Presiden Joko Widodo (Jokowi), pengembangannya diperkuat lagi.

Jokowi menjelaskan, tidak lama lagi mobil listrik akan bermunculan di Indonesia. Saat ini juga sudah beberapa pabrikan dari Jepang, Korea Selatan, hingga Eropa memasarkan mobil listrik di Indonesia.

"Nanti bapak ibu bisa lihat 2 atau 3 tahun lagi yang namanya mobil listrik akan mulai bermunculan dari negara kita," papar Jokowi pada Rabu, 13 Oktober 2021 lalu.

Jokowi memaparkan, berkembangnya produksi mobil listrik di dalam negeri merupakan bukti hilirisasi hasil tambang yang dilakukan. Indonesia memiliki cukup banyak cadangan nikel yang menjadi bahan baku baterai mobil listrik.

Selain itu, pemerintah juga berupaya mengintegrasikan Krakatau Steel sebagai BUMN penghasil baja dengan para produsen baterai lithium sebagai industri turunan nikel, serta industri otomotif.

"Karena sekarang Krakatau Steel dengan pembaharuan yang ada pabrik hot strip mill, bisa memproduksi lembaran-lembaran tipis untuk body mobil. Dulu hanya untuk sasisnya, sekarang sudah bisa untuk body mobil baru saya resmikan bulan lalu," aku Jokowi.

Pabrik Mobil Listrik di Indonesia

Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) telah ditunjuk pemerintah untuk menjadi produsen mobil listrik di Indonesia. Pabrik Hyundai diarahkan untuk membentuk suatu ekosistem industri mobil listrik dari hulu sampai ke hilir terbesar di kawasan Asia Tenggara.

HMMI akan mulai berproduksi di bulan Januari 2022. Berbagai mobil yang akan diproduksi yaitu B-SUV, B-MPV, Sedan dan mobil listrik model IONIQ 5. Hyundai IONIQ5 dibangun dengan arsitektur BEV khusus dari Hyundai Motor Group yang disebut Electric-Global Modular Platform (E-GMP).

Terdapat dua pilihan opsi ukuran baterai, 58 kWh atau 72,6 kWh3, dan dua tata letak motor listrik, baik dengan motor belakang saja atau dengan motor penggerak bagian depan dan belakang. Mobil dengan konsep midsize CUV (Crossover Utility Vehicle) ini dibekali fitur-fitur ramah lingkungan, berkelanjutan, serta inovatif.

Mobil listrik ini memiliki fitur pengisian baterai ultra-fast yang bisa mengisi daya dari 10-80% hanya dalam 18 menit. Pembuatan mobil listrik oleh Hyundai merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU di pusat pembuatan mobil Hyundai di kota Ulsan yang disaksikan oleh Presiden Jokowi di tahun 2019 lalu.

Komitmen Pemerintah Indonesia dalam menangani lingkungan dan perubahan iklim tampak nyata melalui penerbitan Perpres Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Investasi raksasa LG Consortium USD9,8 miliar membuat Indonesia sebagai negara yang pertama di dunia yang memiliki industri baterai listrik dari pertambangan hingga baterai lithium mobil listrik.

Pengembangan industri baterai listrik terintegrasi merupakan langkah konkret yang sejalan dengan target Presiden Jokowi untuk mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju 2045. Saat ini beberapa mobil listrik yang sudah dijual di Indonesia. Bahkan, mobil listrik di Indonesia saat ini sudah ada yang dijual di bawah Rp500 juta.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement