Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Awan Oort yang Misterius di Sistem Tata Surya

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Rabu, 30 Juni 2021 |16:16 WIB
Mengenal Awan Oort yang Misterius di Sistem Tata Surya
Awan Oort (Foto: Science photo library)
A
A
A

SEJATINYA di bagian terdingin dan tergelap sistem tata surya, terdapat awan dingin aneh yang mengandung materi dari bintang lain.

Selama beberapa pekan di musim panas 2020, jika Anda melihat ke langit di malam hari yang cerah, Anda mungkin bisa melihat pengunjung langka ke tata surya kita.

Kalau disaksikan dengan teropong, benda ini berbentuk seperti komet klasik. Benda langit ini memiliki bagian inti yang terang benderang dan ekor panjang, yang terbentuk dari es yang diledakkan menjadi gas oleh panas dari Matahari.

Dia bisa dilihat dengan mata telanjang di Bumi bagian utara pada awal Juli. Namun tiba-tiba dia menghilang. Tidak seorang pun yang melihat komet itu - yang diberi nama C/2002 F3 atau Neowise - akan melihatnya lagi. Begitu pun juga dengan anak-anak mereka.

Atau bahkan beberapa generasi setelah anak-anak dari anak-anak mereka lahir. Pendeknya, komet ini tidak akan terlihat lagi hingga 6.800 tahun mendatang.

Lintasan singkatnya itu kemudian dikenang bukan karena seberapa lama dia akan melintasi Bumi lagi. Banyak komet melewati langit dalam rentang hidup manusia.

 awan oort

Neowise dikenang karena diperkirakan berasal dari bagian tata surya kita yang paling jarang dieksplorasi dan paling misterius, yakni Awan Oort yang luas dan beku.

Awan Oort berada di jangkauan terjauh tata surya kita, di luar sabuk asteroid dan gas-gas raksasa, lebih jauh dari dunia beku Uranus dan Neptunus, bahkan jauh di luar orbit terpanjang Pluto.

Awan itu terletak di luar tepian heliosfer, gelembung plasma yang dipancarkan oleh Matahari, yang menyelimuti tata surya kita dan penanda batas ruang antarbintang.

Awan Oort seperti cangkang yang sangat besar. Awan Oort juga menelan tata surya kita, tidak hanya di sepanjang ruang di mana planet-planet, asteroid, dan planet kerdil berada, namun meluas ke segala arah.

Seperti dilansir dari BBC, satu-satunya masalah adalah, kita tidak sepenuhnya yakin bahwa kubah es raksasa ini benar-benar ada di sana.

neowise, komet, Oort, Awan Oort, Oort Cloud, antariksa

Awan Oort diperkirakan terdiri dari miliaran, atau triliunan, gumpalan es dan batu yang terbentuk di sekitar waktu yang sama dengan terbentuknya planet.

Para astronom belum pernah secara langsung melihat Awan Oort, dan pesawat luar angkasa terjauh yang pernah dikirim manusia - Voyager 1 - tidak akan tiba di sana selama 300 tahun lagi.

Tetapi penelitian baru dan misi luar angkasa yang akan datang mulai mengungkapkan beberapa misterinya. Kunjungan dari komet jauh seperti C/2002 F3 (Neowise) juga memberikan beberapa petunjuk.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement