"Kalau oli dicampur mungkin anggapannya akan lebih hemat. Kedua oli itu kan punya kandungan kimia yang kita tidak tahu spesifikasinya. Reaksi apa yang ditimbulkan kita juga tidak tahu. Zat aditifnya berbeda," katanya.
Baca Juga: Pasar Mobil Bekas Diprediksi Menggeliat di Kuartal Kedua
Menurut Stanley, risiko paling parah jika mencampurkan oli yang berbeda merek yakni bisa membuat mesin macet dan tidak bisa bergerak.
"Hasil reaksi kimia dari pencampuran oli tersebut berpotensi membentuk efek lumpur yang mengakibatkan mesin lecet. Jadi, lebih baik pakai oli mesin yang direkomendasikan buku petunjuk mobil," kata Stanley.
(Amril Amarullah (Okezone))