JAKARTA - Apakah aman jika kendaraan sering diisi bensin eceran? Fakta mengenai keamanan kendaraan jika sering isi bensin eceran bakal diulas.
Membeli bensin eceran kerap menjadi pilihan bagi pengendara, terutama sepeda motor, ketika SPBU tidak ditemukan di sekitar atau saat kendaraan kehabisan bahan bakar di waktu yang mendesak.
Namun, tidak sedikit yang menilai bahan bakar eceran berisiko merusak kendaraan, lantaran kualitasnya diyakini tidak sama dengan bensin yang dijual di SPBU.
Meski praktis, pengisian tangki kendaraan dengan bensin eceran sebaiknya dihindari. Selain karena penyedia jasa tersebut tidak mengantongi izin usaha, kualitas bahan bakar yang dijual pun tidak dapat dijamin.
Lalu, apa saja dampaknya bila pengendara terus mengisi bahan bakar di penjual BBM eceran? Berikut sejumlah bahaya bensin eceran yang perlu diwaspadai, sebagaimana dikutip dari laman My Pertamina, Selasa (20/10/2026):
Seperti telah diuraikan sebelumnya, mutu bensin maupun solar eceran tidak dapat dijamin. Berbeda dengan BBM di SPBU Pertamina yang kualitasnya senantiasa diawasi, bahan bakar eceran tidak melalui pengawasan serupa.
Minimnya kontrol membuat para penjual lebih leluasa bertindak. Sebagian oknum berpotensi melakukan praktik yang merugikan konsumen, salah satunya mengoplos BBM.
Dalam praktik pengoplosan, oknum hanya memasukkan sedikit BBM murni. Sisanya dicampur dengan bahan bakar yang tidak sesuai dengan kebutuhan kendaraan, baik berupa BBM berkualitas lebih rendah maupun zat lain seperti air, paint thinner, hingga minyak mentah.
Tidak semua penjual bensin eceran memilih mengoplos dagangannya. Namun, hal itu tidak serta-merta menjamin mutu bahan bakar tetap terjaga. Pasalnya, bensin eceran lazimnya dipajang dalam botol kaca bening di pinggir jalan dan terpapar sinar matahari secara langsung dalam waktu lama, tanpa penyimpanan yang memenuhi standar keselamatan maupun kualitas.
Paparan panas dan cahaya matahari tersebut dapat memicu perubahan komposisi kimiawi pada bensin. Sebagian senyawa yang mudah menguap berpotensi menguap lebih dulu, sehingga karakter bahan bakar berubah dan performa pembakaran di dalam mesin menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempengaruhi kinerja kendaraan dan mempercepat keausan komponen mesin.
Penggunaan bensin eceran yang tidak murni dan berkualitas rendah dapat menyebabkan pompa bensin kendaraan rusak. Padahal, komponen ini bertugas penting, yakni menyalurkan bahan bakar dari tangki ke rel bahan bakar (fuel rail) di mesin. Dari situ, bensin disemprotkan ke intake port untuk selanjutnya dibakar.
Jika pompa bensin mengalami kerusakan, fungsi penyaluran tersebut tidak lagi berjalan dan komponen perlu segera diperbaiki atau diganti. Biaya yang harus dikeluarkan pun tergolong besar.