Dari bentuk bangunan, sisi utara tembok memiliki tinggi yang relatif rendah dan dekat jalan setapak. Sebagian besar sisi tersebut berada di wilayah Mongolia, dengan jalur yang melalui lembah dan berkelok.
Dalam penelitian ini, para arkeolog menggunakan drone, gambar satelit beresolusi tinggi, serta alat arkeologi tradisional untuk memetakan dinding tersebut.
“Kami menyimpulkan, sisi utara berfungsi sebagai tempat pemantauan atau memblokade pergerakan orang dan ternak, seperti misalnya mengambil pajak dari mereka,” jelas Shelach-Lavi, dalam penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Antiquity ini.
(Ahmad Luthfi)