Tren pencarian informasi melalui laman maupun sumber informasi secara online berpengaruh pada kemungkinan menjaring konsumen potensial di masa mendatang. "Berdasarkan dari hasil survei lebih dari 60 persen konsumen mencari info mobil, baik komparasi serta data. Ketika mereka ke dealer tinggal dalam kondisi membuat keputusan membeli," ujar Anton.

Angka konsumen yang mencari informasi secara digital atau online tersebut melonjak dari sekitar 20 persen dibanding 10 tahun yang lalu. Anton memperkirakan penyebabnya adalah ragam konten termasuk media sosial yang menyajikan informasi terkait kendaraan bermotor termasuk produk Toyota.
Anton sendiri mengakui sudah ada proses pembelian mobil baru Toyota berbasis platform digital. Namun, jumlah transaksinya masih tergolong kecil dibandingkan penjualan secara umum. "Mungkin kurang dari lima persen. Memang ada tenaga penjualan dengan penjualan lewat ponsel dua atau tiga dari total 20 unit hampir tidak bertemu dengan konsumennya," ujarnya.
(Mufrod)