Upaya pengembangan ini mengarah kepada langkah lebih lanjut berupa penyerapan langsung dalam industri otomotif Indonesia secara umum. "Setiap alumni TIA diharapkan mampu memiliki kemampuan untuk menjembatani teori dengan praktiuk kerja nyata. Sehingga berpengaruh pada peningkatan efisiensi dan produktivitas industri," ujar Presiden Direktur PT TMMIN, Andang Tjahjono.
Jenjang pendidikan melalui TIA memiliki tinjauan kurikulum setiap lima tahun, yang menyesuaikan dengan tuntutan industri otomotif. Hingga tahun ini, sebanyak 159 siswa sudah lulus dari akademi manufaktur Toyota di Indonesia tersebut.

Keberadaan akademi seperti TIA turut mengambil peran dalam transfer teknologi bidang industri otomotif di Indonesia. "Konsistensi dari TIA dalam peningkatan kualitas SDM menjadi keharusan dalam persaingan era industri 4.0," ujar Direktur Administrasi Corporate & External Affairs PT TMMIN, Bob Azam.
(Mufrod)