JAKARTA - Facebook telah mengungkap bahwa mereka memperketat aturan layanan video streaming. Aturan layanan video streaming diperketat setelah platform media sosial populer itu digunakan secara live oleh pelaku serangan di Christchurch, Selandia Baru.
"Banyak orang mempertanyakan bagaimana platform online seperti Facebook digunakan untuk mengedarkan video mengerikan tentang serangan itu," kata Chief Operating Officer Sheryl Sandberg, dilansir AFP, seperti dikutip Antaranews.
"Setelah serangan teroris, kami mengambil tiga langkah: memperkuat aturan untuk menggunakan Facebook Live, mengambil langkah lebih lanjut untuk mengatasi unggahan kebencian dalam platform kami, dan mendukung komunitas Selandia Baru," tambahnya.
Facebook juga mencari cara agar orang-orang yang pernah melanggar standar komunitas jejaring sosial layanan streaming, tidak bisa lagi menggunakan layanan itu, kata Sandberg.
