Jejaring sosial itu juga berinvestasi dalam meningkatkan kemampuan perangkat lunaknya agar mampu mengidentifikasi dan mencegah masuknya video maupun gambar yang mengandung unsur kekerasan.
"Saat video serangan Selandia Baru dibagikan secara langsung, kami tahu bahwa video itu menyebar terutama melalui orang-orang yang membagikan ulang dan mengeditnya kembali untuk membuat sistem kami lebih sulit untuk memblokirnya," kata Sandberg.
"Orang-orang dengan niat buruk akan selalu berusaha untuk membobol langkah-langkah keamanan kami," kata dia.
Facebook mengidentifikasi lebih dari 900 video berbeda yang menunjukkan bagian dari kekerasan yang dialirkan terkait kejadian tersebut, demikian AFP.
Baca juga: Petisi Tolak Fatwa Haram PUBG Capai Lebih dari 15 Ribu Dukungan
(Ahmad Luthfi)