"Mengingat posisi Camry yang kami bawa masuk merupakan mobil dengan spesifikasi tinggi, jelas akan ada beberapa penyesuaian jumlah. Jadi kita tidak akan menghitung 30 ribu unit sama seperti saat Camry diproduksi lokal setiap tahunnya. Namun, kami tidak melihat bisnis kami akan mundur secara keseluruhan," katanya mengutip dari Caradvice.
Sean yakin bahwa bisnis Toyota kedepannya akan tumbuh karena pihaknya telah menyiapkan beragam strategi untuk menghadapi pasar di masa depan.
"Kami melihat bisnis kami akan berkembang di masa depan, kami berencana untuk tumbuh. Kami akan melakukannya dengan dua faktor, satu, kita akan memiliki beberapa produk baru yang akan datang dalam tiga tahun ke depan. Tidak hanya itu, kami memiliki car parc terbesar di negara ini," tambah Sean.
Dijelaskan Sean bahwa selama empat tahun terakhir, perusahaannya telah menjual sekira 100 ribu Camry, dan berharap pelanggan setia dengan sedan tersebut.
"Kami memiliki jaringan yang begitu luas, seperti car parc besar, yang kami percaya lewat loyalitas dan retensi dan produk. Kami akan terus Kembangkan bisnis kita," pungkas dia.