Advertisement
Advertisement

OKEZONE STORY: Kenalan Lebih Dekat dengan Alan Turing, sang Pionir Kecerdasan Buatan

Dini Listiyani , Jurnalis-Jum'at, 06 Oktober 2017 |14:03 WIB
OKEZONE STORY: Kenalan Lebih Dekat dengan Alan Turing, sang Pionir Kecerdasan Buatan
(Foto: Biography)
A
A
A

JAKARTA - Alan Turing, matematikawan dan ahli logika Inggris yang memiliki kontribusi besar dalam dunia matematika.

Pria yang memiliki nama lengkap Alan Mathison Turing lahir di London, Inggris pada 23 Juni 1912. Putra pegawai negeri ini masuk Universitas Cambridge untuk belajar matematika pada 1931.

Setelah lulus pada 1934, ia terpilih untuk beasiswa di King’s College sebagai pengakuan atas penelitiannya tentang teori probabilitas.

Pada 1936, seminal paper Turing “On Computable Numbers, with an Application to the Entscheidungsproblem [Decision Problem]” direkomendasikan untuk diterbitkan oleh ahli matematika Amerika Alonzo, yang baru saja menerbitkan sebuah makalah yang mencapai kesimpulan yang sama dengan Turing.

Akhir 1936, Turing pindah ke Universitas Princeton untuk belajar Ph.D dalam logika matematika di bawah arahan Gereja, seperti dikutip dari Britannica, Jumat (6/10/2017).

Kode Pemutus

Setelah kembali dari Amerika Serikat ke beasiswanya di King's College pada musim panas 1938, Turing kemudian bergabung dengan Goverment Code dan Cypher School, dan pada saat perang dengan Jerman pecah di 1939, ia pindah ke markas perang organisasi itu di Bletchley Park, Buckinghamshire.

Beberapa minggu sebelumnya, pemerintah Polandia telah memberi Inggris dan Prancis rincian keberhasilan Polandia melawan Enigma, mesin sandi utama yang digunakan oleh militer Jerman untuk mengenkripsi komunikasi radio.

Pada awal 1932, tim kecil matematikawan Polandia, yang dipimpin oleh Marian Rejewski berhasil menyimpulkan kabel internal Enigma, dan pada 1938, tim Rejewski menemukan sebuah mesin pemecah kode yang disebut Bomba.

Bomba bergantung untuk keberhasilannya dalam prosedur operasi Jerman, dan perubahan prosedur pada Mei 1940 membuat Bomba tak berguna. Selama musim gugur 1939 hingga musim semi 1940, Turing dan yang lainnya merancang mesin pemecah kode terkait, namun sangat berbeda dengan Bombes.

Selama sisa perang, Bombes memasok sekutu dengan sejumlah intelijen militer. Pada awal 1942, kriptanalis di Bletchley Park mendekodekan sekira 39.000 pesan yang disadap tiap bulan.

Pada 1942, Turing juga merancang metode sistematis pertama untuk memecahkan pesan yang dienkripsi oleh mesin cipher Jerman yang canggih, yang disebut orang Inggris "Tunny".

Pada akhir perang, Turing diangkat menjadi Officer of the Most Excellent Order of the British Empire (OBE) untuk pemecahan kodenya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement