Perancang Komputer
Tak hanya berhasil memecah kode, Turing juga berhasil merancang komputer. Pada 1945, perang berakhir, Turing direkrut oleh National Physical Laboratory (NPL) di London untuk membuat komputer elektronik. Desainnya untuk Automatic Computing Engine (ACE) merupakan spesifikasi lengkap pertama dari komputer digital serbaguna yang tersimpan secara elektronik.
Seandainya ACE Turing dibikin sesuai rencana, ia akan memiliki memori jauh lebih banyak dibandingkan komputer awal lainnya, dan juga ia lebih cepat dari yang lainnya. Namun, rekannya di NPL menganggap teknik itu terlalu sulit untuk dilakukan, dan sebuah mesin jauh lebih kecil dibangun, Pilot Model ACE (1950).
NPL kehilangan kesempatan untuk membangun komputer digital program tersimpan pertama di dunia. Karena putus asa dengan penundaan NPL, Turing memimpin deputi direktur dari Computing Machine Laboratory pada tahun itu.
Konsep teori sebelumnya tentang mesin Turing universal telah menjadi pengaruh mendasar pada proyek komputer Manchester sejak awal. Setelah kedatangan Turing di Manchester, kontribusi utamanya pada pengembangan komputer adalah merancang sistem input-output, menggunakan teknologi Bletchley Park, dan merancang sistem pemrogramannya.
Selain itu, ia juga menulis pemrograman manual pertama, dan sistem pemrogramannya digunakan di Ferranti Mark I, komputer digital elektronik pertama yang bisa dipasarkan pada 1951.
Pionir Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan)
Turing merupakan ayah pendiri artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan sains kognitif modern, dan ia merupakan eksponen terdepan dari hipotesis bahwa otak manusia sebagian besar merupakan mesin komputasi digital.
Dia berteori bahwa korteks saat lahir merupakan mesin tak terorganisir yang melalui pelatihan menjadi terorganisir, menjadi mesin universal atau sejenisnya. Turing mengusung apa yang kemudian dikenal sebagai Turing test sebagai kriteria apakah komputer buatan berpikir.
(Dini Listiyani)