Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ditantang Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Nissan: APM Butuh Volume Dulu

Anton Suhartono , Jurnalis-Kamis, 24 Agustus 2017 |16:05 WIB
Ditantang Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Nissan: APM Butuh Volume Dulu
(Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Mobil bermotor listrik, baik hybrid, plug in hybrid, maupun full electric, diyakini akan mulai banyak digunakan masyarakat begitu Pemerintah Indonesia menggulirkan program low carbon emission vehicle (LCEV).

(Baca Juga: Menanti Regulasi Mobil Listrik)

Mobil yang masuk dalam kategori LCEV, dihitung dari kadar emisi karbonnya, akan mendapatkan insentif pajak dari pemerintah, termasuk produk yang masih diimpor utuh atau completely built up (CBU).

Namun insentif ini merupakan rangsangan bagi agen pemegang merek (APM) automotif agar ke depannya mereka memproduksi mobil ramah lingkungan itu secara lokal.

(Baca Juga: Pemerintah Godok Roadmap Alat Transportasi Rendah Emisi, dari 20 Km/Liter hingga Nihil)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement