Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2 TAHUN JOKOWI-JK: Bagaimana Nasib Mobil Esemka?

Santo Evren Sirait , Jurnalis-Kamis, 20 Oktober 2016 |11:18 WIB
2 TAHUN JOKOWI-JK: Bagaimana Nasib Mobil Esemka?
Mobil Esemka Rajawali (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Mobil Esemka tidak bisa lepas dari nama Joko Widodo (Jokowi). Saat masih menjabat Wali Kota Surakarta, Jokowi lah yang mengawal mobil hasil rakitan para siswa sekolah menengah kejuran (SMK) itu hingga namanya sempat tenar. Bahkan, Jokowi sempat menggunakannya sebagai kendaraan dinas, meski mobil itu belum melalui serangkaian pengujian. 

Bisa dibilang ada simboisis mutualisme antara Jokowi dan Esemka. Bagi Esemka jelas, mobil itu menjadi terkenal. Sedangkan bagi Jokowi, Esemka bisa dibilang merupakan salah satu faktor yang mengantarkannya ke kursi DKI 1.

Bahkan, hingga menjadi Presiden pun, nama Esemka seolah tidak bisa lepas dari sosok pria asal Solo, Jawa Tengah, itu. Lantas bagaimana nasib Esemka saat ini? Setelah duduk di kursi Istana, urusan Esemka sudah tidak dalam genggamannya lagi. Adalah PT Adiperkasa Citra Esemka yang melanjutkan estafet perjalanan mobil raktian anak bangsa itu.

PT Adiperksa Citra Esemka sendiri didirikan atas kerjasama antara PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) dengan PT Solo Kreasi Manufaktur Indonesia selaku pemegang lisensi mobil Esemka.

Beberapa bulan setelah terpilih sebagai Presiden, Jokowi diundang untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara PT Adiperkasa Citra Lestari dan produsen automotif Malaysia, Proton Holdings Bhd. Namun kerjasama yang dijalin hanya sebatas penelitian dan pengembangan (R&D), belum sampai ke tahap produksi.

Penandatanganan MoU ini sempat menuai kritik dari banyak kalangan. Hal yang sempat mengemuka adalah kerjasama tersebut diidentikkan dengan proyek mobil nasional (mobnas). Padahal, belum ada aturan yang jelas mengenai apa saja kriteria mobil nasional. Informasi mengenai kerjasama ACL dengan Proton untuk membangun mobnas pun diluruskan oleh CEO PT ACL HM Hendropriyono. Ia menegaskan kerjasama tersebut sebatas business to business (B to B) yakni antara ACL dan Proton, tidak mengikutsertakan pemerintah.

Hal lain adalah kondisi bisnis Proton saat itu tengah merosot dan kalah bersaing dengan produk Jepang maupun Korea Selatan di negaranya sendiri.

Kemudian, pada awal 2016, muncul nama perusahaan baru yaitu PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) yang masih dipimpin oleh Hendropriyono. Perusahaan tersebut melanjutkan proyek mobil Esemka dan menjadikannya sebagai mobil karya putra bangsa. Bedanya dengan perusahaan sebelumnya, ACEH bermain di segmen kendaraan komersial, yakni membuat mobil pikap, bukan kendaraan penumpang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement