PEMERINTAH melalui Menteri Perindustrian tak lelah mengimbau kepada pelaku usaha, termasuk di bidang automotif asing, untuk menjadikan Indonesia, bukan hanya sebagai negara tujuan pemasaran, melainkan basis produksi sepeda motor maupun mobil. Produk tersebut juga dialokasikan untuk pasar ekspor. Menteri Perindustrian mendorong agar perusahaan automotif asing meningkatkan investasi mereka dengan membangun pabrik perakitan dan komponen di Indonesia.
Selama dua tahun terakhir, meski pasar automotif kurang bergairah sebagai imbas dari dari kondisi ekonomi global, namun tidak menghalangi beberapa perusahaan automotif global untuk berinvestasi di Indonesia. Dana yang dikucurkan berbeda-beda, mulai dari membangun pabrik, perluasan pabrik, hingga menambah fasilitas pembuatan komponen.
Pada awal Desember 2014, PT Astra Honda Motor (AHM) mengoperasikan pabrik sepeda motor terbarunya yang dibangun di lahan seluas 84 hektare di Kawasan Industri Indotaisei, Kota Bukit Indah, Karawang, Jawa Barat. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 1,1 juta unit sepeda motor per tahun yang akan dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan domestik dan pasar ekspor di kawasan ASEAN.
Sebagai perusahaan joint venture, PT Astra International Tbk dan Honda Motor Co. dengan komposisi saham 50-50 persen, AHM menginvestasikan Rp3,3 triliun untuk memproduksi sepeda motor Honda tipe skutik di pabrik AHM Karawang itu. Fasilitas produksi terbaru ini melengkapi tiga pabrik sepeda motor Honda yang sudah ada sebelumnya, yaitu yang berlokasi di Sunter, Pegangsaan, dan Cikarang.
Memasuki 2015, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru. Pabrik tersebut berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas, Desa Pasir Ranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pabrik tersebut akan memproduksi mobil-mobil SUV, komersial ringan, termasuk small MPV terbaru Mitsubishi yang mulai dipasarkan tahun depan. Mobil small MPV tersebut tidak hanya diproduksi untuk kebutuhan domestik, namun juga diekspor ke negara ASEAN.
Pabrik baru Mitshubishi berdiri di atas lahan seluas 30 hektare. Nilai investasinya mencapai Rp6 triliun dan mampu menyerap 3.000 tenaga kerja. Pabrik yang mulai beroperasi pada April 2017 tersebut dapat memproduksi 160 ribu unit kendaraan per tahun.
Masih di tahun yang sama, PT SGMW Motor Indonesia yang akan memproduksi mobil merek Wuling membangun pabrik di atas lahan seluas 60 hektare dengan nilai investasi mencapai USD700 juta. Pabrik tersebut berlokasi di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan memiliki kapasitas produksi sebanyak 150 ribu unit per tahun. Pendirian pabrik tersebut merupakan wujud komitmen tiga perusahaan besar, yakni SAIC Motor Corporation Ltd, General Motor, dan Guangxi Motor Corporation yang telah menanamkan investasinya di Indonesia untuk memperluas pasar automotif dalam negeri maupun ekspor.
PT SGMW Motor Indonesia menggandeng lebih dari 20 pabrik komponen pendukung, baik dari China maupun lokal, yang mampu menyerap tenaga kerja 3.000 orang. Pabrik ini akan beroperasi pada Juli 2017. (san)