Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2 TAHUN JOKOWI-JK: Pasang-Surut Pasar Kendaraan di Indonesia

Pius Mali , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2016 |11:02 WIB
2 TAHUN JOKOWI-JK: Pasang-Surut Pasar Kendaraan di Indonesia
Selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK, pasar automotif Indonesia mengalami pasang surut (Foto: Okezone)
A
A
A

Usai bergelut dengan bea masuk dan pajak yang tinggi, pasar automotif Indonesia harus berurusan dengan tidak bersahabatnya nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sempat di atas Rp13.500 per dolar AS bahkan menembus angka Rp14.000. Hal ini memberikan dampak bagi semua industri, termasuk sektor automotif. Harga bahan baku atau komponen yang diimpor menjadi naik. Para agen pemegang merek (APM) pun terpaksa menaikkan harga produk. Hal ini juga berlaku bagi mobil-mobil CBU.

Upaya APM untuk berusaha menekan harga rupanya tidak ampuh. Berdasarkan data Gaikindo penjualan terendah di 2015 terjadi di bulan Juli yakni 67.932 unit, sedangkan tertinggi terjadi pada Desember yakni 95.708 unit. Jika di rata-rata penjualan mobil per bulan di 2015 mencapai 85.951 unit. Sedangkan pada 2014 rata-rata penjualannya mencapai 99.617 unit.

Meski dirasakan berat, penjualan mobil selama 2015 berhasil melampaui target 1 juta unit.

Pergantian tahun juga memberi harapan baru bagi pasar kendaraan bermotor. Pada awal tahun ini, Gaikindo menargetkan penjualan berada di posisi 1,05 juta unit.

"Kami targetkan penjualan selama satu tahun ini 1,05 juta unit ini resmi Gaikindo ya. Tahun lalu kan di angka sekira 1,031 juta unit. Kenapa angkanya masih sama? Karena memang pertumbuhan ekonominya diprediksi cuma 5 persen kurang lebih," jelas Noegardjito, sekretaris jenderal Gaikindo, saat itu.

Penjualan kendaraan di Indonesia selama Januari-Juli 2016 mencapai 531.860 unit. Adanya pameran automotif di Jakarta dan kota-kota besar lainnya juga cukup ampuh menggairahkan pasar. Masih berdasarkan data Gaikindo, pada Januari 2016 penjualan kendaraan tercatat sebanyak 85.003 unit, Februari 88.208 unit, Maret 94.093 unit, April 84.771 unit, Mei 88.578 unit, Juni 91.492 unit, Juli 62.603 unit, dan Agustus 96.294 unit.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan pihaknya optimis penjualan mobil di Indonesia mencapai 1,05 juta unit di tahun ini.

Peningkatan penjualan ini diakuinya berkat adanya beberapa stimulus, seperti pameran automotif, hadirnya model-model terbaru, dan harga yang kompetitif. Faktor lain yakni peraturan dari perusahaan pembiayaan yang akan menstimulus pasar melalui suku bunga dan down payment rendah.

"Saya yakin target tersebut hingga akhir tahun tercapai, sejak akhir Juli saja, penjualan sudah mencapai 530 ribu unit. Meski di bulan Juli ada Lebaran, hadirnya pameran GIIAS ini akan menutup turunnya angka penjualan pada Juli 2016," tukas Nangoi.

(Dian AF)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement