Lebih lanjut, Meutya menerangkan bahwa PP TUNAS menggunakan pendekatan berbasis risiko. Penyelenggara platform digital wajib memenuhi ketentuan pelindungan anak, sementara orang tua dan guru berperan penting mendampingi serta mengarahkan kebiasaan penggunaan teknologi.
“Sekali lagi saya mengajak orang tua dan tenaga pendidik untuk ikut membangun kebiasaan digital yang sehat. Pendampingan perlu berjalan bersama upaya menciptakan kesempatan bagi anak untuk belajar, bermain, berolahraga, dan berinteraksi secara langsung,” pungkasnya.
(Rahman Asmardika)