BYD Bangun 10 Ribu Stasiun Flash Charging dalam 6 Bulan, Layani 1,83 Juta Pelanggan Termasuk dari Brand Lain

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Rabu 02 September 2026 15:27 WIB
BYD Bangun 10 Ribu Stasiun Flash Charging dalam 6 Bulan, Layani 1,83 Juta Pelanggan Termasuk dari Brand Lain (IT Home via Car News China)
Share :

JAKARTA - Produsen otomotif asal China, BYD, membangun 10 ribu stasiun pengisian daya cepat (flash charging) dalam waktu 6 bulan. Selama periode itu, 10 ribu stasiun flash charging itu melayani sebanyak 1,83 juta pelanggan dengan sekitar 30 persen di antaranya bukan konsumen BYD. 

1. Bangun 10 Ribu Stasiun Flash Charging

Sebanyak 10 ribu stasiun flash charging itu tersebar di seluruh China dan mencakup 325 kota. Perusahaan juga melaporkan penyaluran listrik kumulatif sebesar 210 juta kWh. Angka-angka tersebut diungkapkan pada upacara peresmian Stasiun Unggulan (Flagship Station) Flash Charging Shenzhen Longhua pada tanggal 28 Agustus, yang menandai stasiun ke-10.000 dalam jaringan tersebut, demikian dilaporkan IT Home.

Wakil Presiden Eksekutif BYD, He Zhiqi, mengatakan jaringan tersebut mencapai angka 10.000 stasiun dalam waktu kurang dari enam bulan setelah perusahaan mengumumkan teknologi Flash Charging terbarunya pada 5 Maret. Ia menyebutkan rata-rata peluncuran stasiun mencapai 55 unit per hari selama periode tersebut.

BYD menyatakan, stasiun Flash Charging miliknya kini menjangkau 325 kota di seluruh Tiongkok daratan. Perusahaan menyebutkan Hulunbuir di Mongolia Dalam, Sanya di Hainan, Shuangyashan di Heilongjiang, dan Kashgar di Xinjiang sebagai titik-titik paling utara, selatan, timur, dan barat dari jaringan tersebut.

BYD juga menyebutkan adanya stasiun di Turpan dan di dekat kaki Gunung Everest. Jaringannya melibatkan mitra seperti Sinopec, PetroChina, CNOOC, TELD, JD.com, Alipay, AutoNavi (Amap), dan Ucar. 

Melansir Car News China, BYD belum mengungkapkan berapa banyak dari 10.000 stasiun tersebut yang terkait masing-masing mitra ataupun memublikasikan daftar lengkap lokasi stasiunnya.

 

BYD menyatakan bahwa lebih dari 1,83 juta pengguna telah mendaftar di jaringan Flash Charging miliknya. Hampir sepertiga di antaranya menggunakan kendaraan dari merek lain.

Namun, kendaraan non-BYD mungkin tidak dapat memperoleh daya yang sama besarnya dengan model BYD yang kompatibel. Sebelumnya, dilaporkan Lynk & Co 10 mencapai daya puncak 430 kW di stasiun Flash Charging BYD, dibandingkan dengan sekitar 1.100 kW pada pengisi daya (charger) berkapasitas 1.500 kW milik merek Zeekr. Perbedaan tersebut menunjukkan output stasiun dan daya pengisian pada sisi kendaraan merupakan parameter yang terpisah.

BYD tidak mengungkapkan jumlah total sesi pengisian daya maupun rata-rata jumlah listrik yang disalurkan per sesi.

2. Target 20 Ribu Stasiun Flash Charging 

Pada Maret, BYD mengumumkan rencana membangun 20 ribu stasiun flash charging di China hingga akhir 2026, yang mencakup 18 ribu stasiun di wilayah perkotaan dan 2.000 stasiun di jalan raya.

Pencapaian pada tanggal 28 Agustus tersebut merepresentasikan 50% dari target tersebut. Untuk mencapai target pada 31 Desember, diperlukan penambahan 10.000 stasiun lagi dalam kurun waktu 125 hari yang tersisa, atau rata-rata sekitar 80 stasiun per hari.

Angka 55 stasiun per hari yang disebutkan oleh He Zhiqi mencerminkan rata-rata laju pembangunan sejak pengumuman tanggal 5 Maret dan bukan merupakan perkiraan untuk sisa tahun tersebut.


 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya