JAKARTA - Produsen otomotif asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai, memiliki target ambisius dengan berencana memperkenalkan lebih dari 100 mobil baru hingga 2030. Beberapa model di antaranya akan diperkenalkan dalam beberapa bulan ke depan.
Melansir Carscoops, Rabu (2/9/2026), Hyundai juga menjanjikan lebih dari 18 model berbeda yang masuk ke dalam kategori produk dan segmen pasar baru.
Jajaran produk ini akan mencakup Santa Fe dengan teknologi range-extender electric vehicle (REEV) serta SUV segmen-B global yang benar-benar baru. Eropa akan mendapatkan model segmen-B kedua, sementara India akan mendapatkan crossover listrik segmen-A yang ukurannya lebih kecil lagi.
Santa Fe REEV akan hadir pada paruh pertama 2027. Santa Fe REEV diperkirakan memiliki jarak tempuh gabungan sekitar 966 km. Kendaraan ini akan diproduksi di Hyundai Motor Manufacturing Alabama.
Hyundai tidak banyak memberikan rincian mengenai nama model tambahan. Namun, produsen itu mengonfirmasi Eropa akan memiliki "portofolio kendaraan yang sepenuhnya terelektrifikasi," yang mencakup lima crossover dan kendaraan komersial ringan yang benar-benar baru.
Hyundai berharap langkah ini dapat meningkatkan penjualan kendaraan listrik di Eropa dari 116.000 unit pada 2025 menjadi lebih dari 420.000 unit pada 2030.
Hyundai secara diam-diam mengungkapkan dua kendaraan segmen-B yang akan datang tersebut merupakan kendaraan listrik murni. Keduanya akan didampingi crossover listrik segmen-D berukuran besar serta dua van listrik.
Di India, sebuah crossover listrik baru akan hadir pada kuartal keempat dengan sistem hiburan generasi terbaru serta sistem mengemudi semi-otonom Level 2. Model ini nantinya disusul SUV ukuran menengah bermesin pembakaran internal (ICE).
Hyundai sedang mengupayakan pemulihan kinerja di China, yang akan dipelopori Ioniq V. Model ini nantinya disusul kendaraan listrik dan kendaraan dengan teknologi REEV pada 2027.
Model B-SUV akan hadir sebagai kendaraan listrik sepenuhnya, sementara model C-SUV akan menawarkan pilihan powertrain listrik dan REEV. Model yang disebut terakhir ini akan memiliki jarak tempuh total hingga 373 mil (600 km).
Selanjutnya, akan hadir tiga kendaraan segmen-D yang mencakup sedan, crossover, dan MPV. Kendaraan-kendaraan ini akan dilengkapi teknologi mengemudi otonom Level 3 serta diperkirakan menggunakan powertrain generasi terbaru.
Langkah pembaruan Genesis, sub brand premium Hyundai, dipimpin model baru GV90 serta GV80 Hybrid. Perusahaan juga mengonfirmasi rencana peluncuran SUV dengan teknologi REEV pada tahun 2027, yang akan menawarkan jarak tempuh lebih dari 640 mil (1.030 km).
Meski Genesis belum membeberkan rincian spesifik, sebuah slide presentasi menyebutkan adanya 22 peluncuran produk dari merek mewah ini khusus untuk pasar Amerika Utara. Angka tersebut mencakup hampir sepertiga dari total model yang akan hadir di benua itu. Namun, jumlah tersebut pastinya juga mencakup berbagai varian model.
Merek mewah ini juga akan merambah pasar baru, termasuk India dan kawasan Asia-Pasifik, dalam waktu dekat. Jika semua berjalan sesuai rencana, mereka akan hadir di lebih dari 40 negara pada 2030 dengan target penjualan tahunan mencapai 350.000 unit. Sebagai perbandingan, Lexus mencatatkan penjualan sebanyak 370.260 unit kendaraan di Amerika Serikat pada tahun lalu.
Kembali ke Hyundai, perusahaan berencana memperluas lini produk N dan berupaya meningkatkan angka penjualan hingga 100.000 unit per tahun pada 2030. Produsen mobil ini juga membidik segmen pasar yang belum tergarap. Kehadiran mereka saat ini masih minim namun terdapat "peluang pertumbuhan yang signifikan." Untuk mengisi celah pasar tersebut, perusahaan akan meluncurkan kendaraan dengan konstruksi body-on-frame, termasuk sebuah pikap berukuran sedang.
(Erha Aprili Ramadhoni)