PHEV Dinilai Punya Peran Strategis Percepat Adopsi Kendaraan Elektrifikasi

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Rabu 05 Agustus 2026 18:23 WIB
PHEV Dinilai Punya Peran Strategis Percepat Adopsi Kendaraan Elektrifikasi (Okezone/Erha A Ramadhoni)
Share :

TANGERANG - Saat ini era kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin berkembang. Tak hanya hybrid electric vehicle (HEV) dan battery electric vehicle (BEV), kini semakin banyak pula pilihan model plug in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia. PHEV dinilai sebagai jembatan yang cocok untuk transisi elektrifikasi. 

1. Peran Strategis PHEV

Namun, dari segi keselamatan, ada beberapa fondasi utama agar transisi elektrifikasi berjalan mulus.

Dari perspektif keselamatan, EVSafe Indonesia menegaskan, keberhasilan transisi menuju elektrifikasi tidak hanya ditentukan kecanggihan teknologi kendaraan, tetapi juga oleh kesiapan ekosistem secara menyeluruh.

Tiga fondasi utama yang perlu dibangun adalah keselamatan, meliputi  kendaraan, baterai, dan prosedur penanganan darurat; edukasi agar pengguna memahami cara memanfaatkan teknologi secara optimal; serta infrastruktur yang mencakup jaringan pengisian daya,  layanan purnajual, dan sumber daya manusia yang kompeten. 

"Tidak ada satu solusi yang dapat menjawab seluruh kebutuhan elektrifikasi. PHEV memiliki peran strategis sebagai jembatan yang mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia," ujar Mahaendra Gofar, di arena GIIAS 2026, Rabu (5/8/2026).

"Namun, keberhasilan transisi ini tidak hanya bergantung pada teknologinya, melainkan juga pada edukasi yang mampu membangun kepercayaan dan pemahaman masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi ini secara maksimal," tuturnya. 

Sementara itu, DFSK  menilai PHEV hadir sebagai solusi elektrifikasi yang paling relevan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini.

"Kami percaya elektrifikasi tidak boleh mengorbankan kebebasan berkendara. PHEV menghadirkan pengalaman berkendara elektrik untuk aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan ketenangan untuk melakukan perjalanan jarak jauh tanpa dibayangi range anxiety," ujar Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, Doni Putra Okten.

 

DFSK ikut meramaikan pasar PHEV dengan meluncurkan E5 Plus. E5 Plus dibekali teknologi Smart Power System DE-i. Sistem  hybrid ini secara  otomatis mengoptimalkan perpindahan tenaga listrik dan mesin pembakaran. 

E5 Plus juga dibekali baterai berkapasitas 25 kWh. 

"Setiap baterai DFSK E5 Plus telah melalui pengujian keselamatan dan ketahanan yang komprehensif sebelum digunakan oleh konsumen. Sistem Battery Management System (BMS) kami juga dirancang  untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang dengan mengoptimalkan proses pengisian,  penggunaan, hingga perlindungan terhadap berbagai kondisi operasional," ujar Product Expert PT  Sokonindo Automobile, Ichsan Aria Putra.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya