TANGERANG - Saat ini era kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin berkembang. Tak hanya hybrid electric vehicle (HEV) dan battery electric vehicle (BEV), kini semakin banyak pula pilihan model plug in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia. PHEV dinilai sebagai jembatan yang cocok untuk transisi elektrifikasi.
1. Peran Strategis PHEV
Namun, dari segi keselamatan, ada beberapa fondasi utama agar transisi elektrifikasi berjalan mulus.
Dari perspektif keselamatan, EVSafe Indonesia menegaskan, keberhasilan transisi menuju elektrifikasi tidak hanya ditentukan kecanggihan teknologi kendaraan, tetapi juga oleh kesiapan ekosistem secara menyeluruh.
Tiga fondasi utama yang perlu dibangun adalah keselamatan, meliputi kendaraan, baterai, dan prosedur penanganan darurat; edukasi agar pengguna memahami cara memanfaatkan teknologi secara optimal; serta infrastruktur yang mencakup jaringan pengisian daya, layanan purnajual, dan sumber daya manusia yang kompeten.
"Tidak ada satu solusi yang dapat menjawab seluruh kebutuhan elektrifikasi. PHEV memiliki peran strategis sebagai jembatan yang mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia," ujar Mahaendra Gofar, di arena GIIAS 2026, Rabu (5/8/2026).
"Namun, keberhasilan transisi ini tidak hanya bergantung pada teknologinya, melainkan juga pada edukasi yang mampu membangun kepercayaan dan pemahaman masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi ini secara maksimal," tuturnya.
Sementara itu, DFSK menilai PHEV hadir sebagai solusi elektrifikasi yang paling relevan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini.
"Kami percaya elektrifikasi tidak boleh mengorbankan kebebasan berkendara. PHEV menghadirkan pengalaman berkendara elektrik untuk aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan ketenangan untuk melakukan perjalanan jarak jauh tanpa dibayangi range anxiety," ujar Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, Doni Putra Okten.