JAKARTA - Produsen otomotif asal China, BYD, tengah mengembangkan robot humanoid. Robot itu nantinya dijual melalui jaringan diler BYD.
Melansir Car News China, Sabtu (6/6/2026), Wakil Presiden Eksekutif BYD, Li Ke, mengatakan perusahaan sudah mengerjakan robot humanoid. Ia percaya faktor kompetitif utama di sektor ini adalah kemampuan manufaktur, perangkat lunak, dan perangkat keras.
Ia menambahkan, AI otomotif dan robotika memiliki fondasi teknologi yang sama. Jika robot humanoid pada akhirnya menjadi produk rumah tangga, BYD dapat mendistribusikannya melalui jaringan diler.
Li Ke mengatakan keahlian AI otomotif perusahaan dapat diterapkan pada robotika karena kedua industri tersebut bergantung pada persepsi, pengambilan keputusan, kontrol gerak, integrasi perangkat lunak, dan rekayasa perangkat keras.
Robot humanoid menggabungkan banyak teknologi yang sudah digunakan dalam kendaraan cerdas modern. Ini termasuk sensor, aktuator listrik, baterai, platform komputasi, dan model AI. Para produsen kendaraan juga memiliki pengalaman manufaktur skala besar, kemampuan manajemen rantai pasokan, dan keahlian dalam sistem kritis keselamatan.
Kesamaan ini telah mendorong beberapa produsen mobil China untuk mengeksplorasi robotika sebagai potensi perluasan.
Li Ke mengatakan BYD dapat menciptakan platform terbuka daripada membatasi diri pada produk yang dikembangkan secara internal.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat memproduksi robotnya sendiri sambil bekerja sama dengan perusahaan robotika eksternal. Model seperti itu akan menyerupai strategi BYD yang lebih luas di sektor otomotif. Perusahaan mengembangkan teknologi inti secara internal sambil mempertahankan jaringan pemasok dan mitra yang luas.
Namun, ia tidak tidak memberikan jadwal komersialisasi, spesifikasi teknis, angka investasi, atau target produksi.