"Tetap berada dalam posisi untuk menginjak pedal gas. Artinya kami masih dapat terus berinvestasi secara stabil dalam pertumbuhan, dan daripada menginjak pedal rem sepenuhnya, kami percaya pendapatan tersebut menempatkan kami pada posisi untuk mengidentifikasi area pemborosan satu per satu dan mengubah serta mentransformasi struktur kami selangkah demi selangkah," tambah Kenta Kon.
Untuk tahun fiskal berjalan hingga Maret mendatang, perusahaan memproyeksikan laba bersihnya akan turun 22,0 persen menjadi 3 triliun yen. Hal ini sebagian karena dampak konflik Timur Tengah. Sementara penjualan sedikit meningkat 0,6 persen menjadi 51 triliun yen.
Laba operasionalnya diperkirakan akan turun 20,3 persen menjadi 3 triliun yen. Perusahaan mengatakan tarif AS yang lebih tinggi diperkirakan mengurangi laba operasional sebesar 1,38 triliun yen. Sementara dampak ketegangan Timur Tengah diperkirakan sebesar 670 miliar yen.
(Erha Aprili Ramadhoni)