Tren positif ini perlu dijaga di tengah lonjakan harga energi dunia akibat krisis geopolitik di Timur Tengah. Peningkatan adopsi EV diyakini dapat mengurangi konsumsi dan impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Tentu saja adopsi transisi kendaraan dari ICE ke listrik ini masih tetap mengarah pada target kita," ujarnya.
Setia menambahkan, saat ini Kemenperin masih menunggu keputusan final pemerintah mengenai skema insentif pajak kendaraan listrik. Meski begitu, pihaknya berharap dukungan nonfiskal tetap diberikan guna menjaga keberlanjutan industri.
“Minimal fasilitas nonfiskal masih bisa dinikmati untuk kendaraan listrik," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)