Diketahui, masih ada sejumlah kekhawatiran yang meliputi konsumen ketika hendak mobil listrik. Harga nilai jual kembali yang anjlok, daya tahan baterai, hingga perkembangan teknologi yang sangat cepat pada mobil listrik ditengarai masih menjadi hambatan adopsi ke kendaraan lingkungan, selain masalah infrastruktur.
Tak sedikit konsumen di Tanah Air memperhatikan nilai jual kembali ketika membeli kendaraan termasuk mobil listrik. Tak sedikit pula yang mempertanyakan soal daya tahan baterai. Hingga cepatnya perkembangan teknologi pada mobil listrik, ditengarai bisa mempengaruhi konsumen untuk menunda-nunda pembelian.
Karena itu, skema langganan ini setidaknya bisa memperluas aksesibilitas dan fleksibilitas konsumen terhadap mobil listrik.
Untuk tahap awal, Hyundai Subscribe menawarkan Ioniq dan Ioniq 5 N sebagai pilihan kendaraan listrik dalam skema berlangganan. Skema berlangganan ini sudah mencakup manfaat layanan menyeluruh termasuk perawatan, asuransi dan pajak, bantuan darurat di jalan, serta layanan dukungan EV.
Hyundai menyediakan pilihan periode berlangganan mulai dari 12 hingga 60 bulan. Biaya langganannya disebutkan mulai dari Rp15 juta per bulan.
Melalui program ini, konsumen bisa memiliki kesempatan yang lebih mudah untuk merasakan pengalaman berkendara lini EV premium Hyundai, tanpa biaya awal yang besar seperti saat membeli mobil.
(Erha Aprili Ramadhoni)