JAKARTA - Mengapa motor matic lebih laku dibanding motor sport dan bebek? Hal ini menarik untuk diulas.
Diketahui, dalam beberapa tahun belakangan, motor matic mendominasi. Pamornya jauh meninggalkan motor sport maupun bebek.
Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor domestik sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit, tumbuh 1,3% dibanding 2024.
Dari jumlah tersebut, motor matic mendominasi dengan kontribusi 91,7% dari total penjualan. Sisanya terbagi atas motor bebek 4,46%, jenis sport 3,51%. Sementara sepeda motor listrik masih di bawah 1%.
Mengapa motor matic lebih laku dibanding motor sport dan bebek? Berikut penjelasannya, sebagaimana dihimpun Okezone, Selasa (24/2/2026):
Motor matic dinilai lebih praktis ketimbang motor bebek dan sport. Motor matic sangat praktis dikendarai, tinggal gas dan rem.
Tingginya penjualan motor matic ini menunjukkan preferensi konsumen kuat terhadap kenyamanan dan kepraktisan dalam berkendara.
Dengan kepraktisannya tersebut, motor matic menjadi mobilitas yang ideal di perkotaan. Ini memudahkan pengendara berakselerasi menembus kemacetan.
Selain itu, motor matic kini juga menjadi pilihan ideal untuk wilayah semiurban.
Pengguna motor matic tidak hanya mengerucut kepada satu segmentasi usia. Segala usia, mulai dari anak muda, dewasa, hingga berusia matang sekalipun cocok dengan motor matic.
Hal lainnya yang membuat motor matic lebih laku adalah harganya yang bervariasi. Motor matic ditawarkan mulai dari segmen entry level dengan harga lebih terjangkau. Sementara yang menginginkan kenyamanan lebih, pabrikan menawarkan motor matic yang premium.
(Erha Aprili Ramadhoni)