Pratikno menjelaskan bahwa seharusnya keberadaan panduan tidak dijadikan target utama, melainkan banyaknya orang yang melaksanakan dan menggunakan panduan tersebut yang harus menjadi target utama.
“Makanya saya bilang tadi, KPI-nya bukan sudah membuat guidance. Tapi sejauh mana orang Indonesia, anak-anak Indonesia, orang tua Indonesia menggunakan. Kalau sudah membuat tapi nggak ada yang menggunakan, apa gunanya? Saya ingin mengatakan kepada Anda (YouTube dan Google), bukan sekadar membuat, tapi harus digunakan,” jelas Pratikno.
Lebih lanjut, ia mengusulkan agar platform digital mempunyai teknologi baru berupa pendeteksi usia yang terkoneksi dengan sistem. Sehingga, ketika anak-anak mengakses platform tersebut, sistem akan otomatis memblokir berbagai hal yang tidak seharusnya diakses oleh anak-anak.
///
(Rahman Asmardika)