Berbanding terbalik dengan LCGC, penjualan kendaraan elektrifikasi justru menunjukkan kinerja positif. Penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) melonjak tajam dari sekitar 43.000 unit menjadi 103.000 unit sepanjang 2025. Sementara itu, kendaraan hybrid electric vehicle (HEV) juga tumbuh sekitar 15 persen.
"Tren tersebut menunjukkan adanya pergeseran yang cukup signifikan menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan," ucap Menperin Agus.
Menurutnya, perkembangan ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam mencapai target net zero emission paling lambat pada 2060. Bahkan, khusus untuk sektor manufaktur, pemerintah menargetkan pencapaian net zero emission lebih cepat, yakni pada 2050.
"Jadi tahun 2050 kami sudah punya roadmap, sudah punya cara-cara dan strategi untuk mewujudkan net zero emission di seluruh sektor manufaktur, sehingga bisa tercapai 10 tahun sebelum net zero emission nasional," jelas Menperin Agus.
(Rahman Asmardika)