JAKARTA – Velg merupakan komponen yang penting pada sepeda motor karena menyalurkan tenaga dari mesin ke ban. Velg juga menjadi salah satu komponen yang dapat menunjang keselamatan berkendara.
Ini karena velg yang kurang baik bisa memengaruhi kendali atau stang motor yang berdampak pada kenyamanan berkendara.
BACA JUGA:
Apabila terjadi getaran pada setang motor, salah satu tandanya adalah velg perlu dilakukan balancing. Proses ini akan memberikan keseimbangan pada motor ketika dikendarai, dan juga berbagai manfaat lain yang didapatkan setelah melakukan balancing.
Balancing sebenarnya harus dilakukan setiap kendaraan bermotor telah menempuh perjalanan sepanjang 10 ribu kilometer. Perawatan ini dapat dilakukan ketika servis rutin, sehingga kondisi komponen pun dapat diperhatikan dengan lebih detail.
“Jika balancing tidak dilakukan, maka perjalanan Anda bisa menjadi kurang nyaman. Kondisi ban juga menjadi tidak stabil dan bisa saja menimbulkan berbagai risiko keselamatan,” tulis Suzuki dalam keterangan resmi.
BACA JUGA:
Berikut ciri-ciri velg motor yang perlu balancing seperti dibagikan Suzuki.
1. Setang motor bergetar
Kketika setang motor terasa bergetar saat digunakan, ini bisa menjadi pertanda bahwa motor tersebut sudah mulai kurang seimbang dan bisa memicu berbagai risiko bahaya saat berkendara.
2. Setang terasa berat
Selain bergetar, setang yang terasa berat juga sebaiknya perlu diwaspadai. Segera lakukan balancing jika hal tersebut mulai mengganggu dalam berkendara.
3. Tidak nyaman untuk berkendara pada kecepatan tinggi
Jika sedang berkendara pada kecepatan tinggi, maka berbagai jenis kerusakan pun biasanya akan lebih mudah terasa.
Ketika mulai merasa kurang nyaman, maka bisa saja ada masalah pada bagian velg dan perlu tindakan balancing.
4. Keseimbangan berkurang atau bahkan hilang
Jika tidak melakukan balancing, maka motor akan cenderung tidak seimbang. Ketika mulai merasakan ciri-ciri tersebut, maka sebaiknya segera lakukan tindakan perawatan yang tepat.
Pada dasarnya, baik motor maupun mobil, perlu dilakukan balancing velg secara rutin untuk menjaga kestabilan dan performa kendaraan.
Konsep tindakannya pun tidak jauh berbeda, yaitu dengan memanfaatkan tambahan timah untuk menyeimbangkan velg.
(Imantoko Kurniadi)