Dr Samantha Burgess, dari Layanan Perubahan Iklim Copernicus mengatakan bahwa bulan Maret seharusnya adalah saat lautan global paling hangat, bukan Agustus. Fenomena ini jelas menjadi mimpi buruk bagi siapa saja yang tinggal di Bumi.
"Fakta bahwa kami telah melihat rekamannya sekarang membuat saya gugup tentang seberapa hangat lautan yang mungkin terjadi antara sekarang dan Maret mendatang," kata Samantha.
"Semakin banyak kita membakar bahan bakar fosil, semakin banyak panas berlebih yang akan dikeluarkan oleh lautan, yang berarti semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menstabilkannya dan mengembalikannya ke tempat semula," lanjutnya.
Sejak April, suhu permukaan laut harian rata-rata global tetap pada nilai rekor sepanjang tahun ini. Tahun ini telah terjadi beberapa gelombang panas laut di Inggris, Atlantik Utara, Mediterania, dan Teluk Meksiko.
(Muhammad Pratama Supriyadillah)