INDONESIA akhirnya memiliki satelit pribadi yakni Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1). Satelit multifungsi milik Pemerintah itu akan menempati orbit 146°BT tepat di atas Pulau Papua. Satelit tersebut pun akan terbang mengelilingi bumi dan memberikan akses internet pada daerah-daerah terpencil di Indonesia.
Nah, banyak yang mungkin bertanya kenapa satelit tidak jatuh ke Bumi padahal ada gravitasi bumi? Padahal untuk membawa mereka ke angkasa saja, dibutuhkan roket berkekuatan dahsyat guna melawan gravitasi sehingga bisa sampai ke titik tujuannya.
Pertanyaan ini menjadi salah satu pertanyaan yang paling banyak ditanyakan. Mengingat satelit berada di luar angkasa tanpa bahan bakar serta dorongan dari mesin apapun untuk membuatnya tetap berada di posisinya bertahun-tahun.
Lantas, bagaimana satelit tidak jatuh ke Bumi dan bisa tetap berada di orbit? Untuk menjawabnya, simak penjelasan berikut ini, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber.
Satelit tidak jatuh dan dapat terus mengorbit di sekitar Bumi karena mereka terkunci pada kecepatan yang cukup untuk mengalahkan tarikan gravitasi ke bawah. Mereka dikirim dengan roket yang berkecepatan 25.039 mph untuk keluar dari atmosfer.
Begitu roket mencapai lokasi yang ditentukan, roket akan menjatuhkan satelit ke orbitnya. Kecepatan awal satelit yang dipertahankan saat terlepas dari kendaraan peluncuran cukup untuk mempertahankan satelit di orbit selama ratusan tahun.