JAKARTA - Mobil Esemka yang pertama kali diperlihatkan Wali kota Solo Joko Widodo, sempat membangun harapan bagi masyarakat Indonesia terhadap peluang memiliki mobil nasional seperti negara tetangga yang telah mengembangkan Proton.
Meski euforia terhadap produk Esemka yang dikembangkan para pelajar sekolah menengah kejuruan turut menjadi titik terang bagi Indonesia yang bisa membuat mobil ditengah banyaknya gempuran mobil produsen Jepang dan Eropa, sayang tak mampu mengecap manisnya industri otomotif di negara sendiri.
Meski kini Esemka telah memiliki pabrik perakitan mobil di Boyolali, namun Esemka telah melewati jalan panjang dari harapan menjadi mobil nasional hingga tak ingin disebut mobil nasional.
Tahun 2009
Merupakan sejarah dimulainya Esemka lahir dari tangan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo yang berhasil membangun mobil dengan dukungan dari pemerintah daerah setempat yang kala itu dipimpin Joko Widodo.
Para pelajar berhasil membuat mobil Esemka dengan nama Rajawali, hasil pengembangan yang berhasil dilakukan para pelajar ini pun mendapat dukungan dengan janji akan dikembangkan untuk mencapai produksi massal. Sempat menjadi perhatian nasional sayang Esemka terganjal soal emisi.
Tahun 2010
Rencana pengembangan Esemka Rajawali yang kala itu telah digunakan beberapa kepala daerah, tak berjalan mulus. Beberapa tahapan yang harus dilalui mobil ini terganjal soal regulasi, dimana emisi gas buang masih dinilai tinggi dan belum layak untuk diproduksi massal.
Tahun 2012
Tak patah arang, tim Esemka yang telah membuat mobil tersebut dengan beberapa ubahan teknis agar mobil model Rajawali bisa memenuhi regulasi terkait emisi. Kerja keras tim Esemka akhirnya berhasil dan membuat Rajawali lolos dari persoalan regulasi tersebut.
Tahun 2013
Meski telah dinyatakan lulus uji emisi, proyek Esemka justru terkesan hilang dari perhatian dimana mobil yang sebelumnya dibanggakan masyarakat Indonesia terkesan sirna. Bahkan mobil plat AD 1 dan AD 2 dibiarkan teronggok dan tak terurus.
Hal yang sama juga telrihat dari sebuah gedung yang berada di samping Solo Trade Center (STC) yang awalnya akan dijadikan ruang pamer mobil Esemka justru kini menjadi kandang sapi yang digunakan warga setempat.
Direktur Operasional STP, Gampang Sarwono membenarkan bahwa warga setempat memanfaatkan gedung STC untuk ternak sapi. “Ya benar. Lihat sajalahlah di sana memang banyak sapi,” ungkapnya sambil tersenyum pada Selasa 24 September 2013.
Tahun 2014
Tahun ini nama Esemka kembali dicuatkan dimana, inspirator mobil tersebut, Sukiyat mengungkap telah menyiapkan model khusus Esemka yang bisa digunakan sebagai mobil dinas para Menteri. Namun tak pernah terealisir.
Tahun 2015
Esemka terus terpendam, namun pada tahun ini Humas PT SMK, Dwi Budhi Martono, tengah mencari dan menanti investor yang akan bergabung dalam pengembangan mobil Esemka.
Tahun 2016
Pada September 2016, sedikit jalan terang, dimana Esemka akhirnya diambil alih oleh PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (Aceh). CEO PT Aceh sendiri merupakan salah satu pejabat negara yakni Hendro Priyono. Di tangan Hendropriyono PT Aceh membidik perusahaan otomotif dari Eropa dan China setelah kerja sama penelitian dan pengembangan produk kendaraan Esemka dengan Proton Holdings Bhd dihentikan.
Tahun yang sama PT Aceh telah menyiapkan pabrik yang berada di kawasan Jonggol, Jawa Barat. Lahan yang digunakan merupakan fasilitas gudang dan perakitan bekas Cherry produk mobil asal China yang pernah masuk ke Indonesia.
Tahun 2017-2018
Setelah dipegang PT Aceh beberapa model Esemka sempat menjadi perhatian dimana beberapa model terbarunya diposting salah satu akun pribadi dan menjadi perhatian masyarakat.
Foto mobil Esemka berkabin ganda diunggah di akun Facebook Anindya Tejo Martoyo. Satu di antaranya tampak sedang digunakan di jalan umum, sedang tiga lainnya diparkir di depan sebuah rumah.
Foto SUV Esemka muncul setelah diunggah akun Facebook Din M Sarjia dan membagikannya ke grup FB Motuba. SUV itu mirip mobil China, Foday Land Fort.
2019
Pada September 2019, Esemka akhir meresmikan pabrik terbarunya di kawasan Boyolali, Jawa Tengah, Dari pabrik ini, Esemka memproduksi Bima kendaraan pikap. Presiden Jokowi yang meresmikan pabrik ini berharap hadirnya fasilitas pabrik akan membantu meningkatkan industri kecil komponen lokal.
Sayangnya meski telah memiliki fasilitas pabrik, Presiden Direktur PT SMK, Eddy Wiraja mengungkap bahwa Esemka bukanlah mobil nasional. "Ingat ya Esemka bukan mobil nasional, hanya memproduksi mobil di Indonesia. Jadi jangan salah persepsi," ungkapnya.
(Mufrod)