Kaleidoskop 2019: Jalan Panjang Mobil Esemka dari Solo hingga Tak Ingin Disebut Produk Nasional

Mufrod, Jurnalis
Kamis 26 Desember 2019 17:18 WIB
Mobil Esemka Rajawali (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Mobil Esemka yang pertama kali diperlihatkan Wali kota Solo Joko Widodo, sempat membangun harapan bagi masyarakat Indonesia terhadap peluang memiliki mobil nasional seperti negara tetangga yang telah mengembangkan Proton.

Meski euforia terhadap produk Esemka yang dikembangkan para pelajar sekolah menengah kejuruan turut menjadi titik terang bagi Indonesia yang bisa membuat mobil ditengah banyaknya gempuran mobil produsen Jepang dan Eropa, sayang tak mampu mengecap manisnya industri otomotif di negara sendiri.

Meski kini Esemka telah memiliki pabrik perakitan mobil di Boyolali, namun Esemka telah melewati jalan panjang dari harapan menjadi mobil nasional hingga tak ingin disebut mobil nasional.

 

Tahun 2009

Merupakan sejarah dimulainya Esemka lahir dari tangan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo yang berhasil membangun mobil dengan dukungan dari pemerintah daerah setempat yang kala itu dipimpin Joko Widodo.

Para pelajar berhasil membuat mobil Esemka dengan nama Rajawali, hasil pengembangan yang berhasil dilakukan para pelajar ini pun mendapat dukungan dengan janji akan dikembangkan untuk mencapai produksi massal. Sempat menjadi perhatian nasional sayang Esemka terganjal soal emisi.

 

Tahun 2010

Rencana pengembangan Esemka Rajawali yang kala itu telah digunakan beberapa kepala daerah, tak berjalan mulus. Beberapa tahapan yang harus dilalui mobil ini terganjal soal regulasi, dimana emisi gas buang masih dinilai tinggi dan belum layak untuk diproduksi massal.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya