Tahun 2012
Tak patah arang, tim Esemka yang telah membuat mobil tersebut dengan beberapa ubahan teknis agar mobil model Rajawali bisa memenuhi regulasi terkait emisi. Kerja keras tim Esemka akhirnya berhasil dan membuat Rajawali lolos dari persoalan regulasi tersebut.
Tahun 2013
Meski telah dinyatakan lulus uji emisi, proyek Esemka justru terkesan hilang dari perhatian dimana mobil yang sebelumnya dibanggakan masyarakat Indonesia terkesan sirna. Bahkan mobil plat AD 1 dan AD 2 dibiarkan teronggok dan tak terurus.
Hal yang sama juga telrihat dari sebuah gedung yang berada di samping Solo Trade Center (STC) yang awalnya akan dijadikan ruang pamer mobil Esemka justru kini menjadi kandang sapi yang digunakan warga setempat.
Direktur Operasional STP, Gampang Sarwono membenarkan bahwa warga setempat memanfaatkan gedung STC untuk ternak sapi. “Ya benar. Lihat sajalahlah di sana memang banyak sapi,” ungkapnya sambil tersenyum pada Selasa 24 September 2013.