Longsor Bawah Laut
Salah satu penyebabnya adalah saluran air laut yang panjang dan dengan ujung yang buntu di daerah dataran rendah kota Palu.
“Bentuk teluk sangat berperan penting dalam memperbesar ukuran gelombang,” kata Anne Socquet, pakar gempa bumi dari Institut Gempa Sains di Grenoble.
“Teluk berfungsi seperti corong jalur masuk gelombang tsunami.”
Ketika teluk menyempit dan makin dangkal, air terdorong ke atas dari bawah dan tertekan dari berbagai arah secara bersamaan.
Faktor yang kedua adalah kekuatan dan lokasi pusat gempa.
Baca juga: Mengapa Luar Angkasa Terlihat Sangat Gelap?
Gempa dengan ukuran 7,5 SR termasuk gempa yang berkekuatan besar. Hanya sedikit gempa yang berkekuatan besar seperti ini terjadi setiap tahunnya.
Hal yang memperburuk, retakan Bumi sangat dekat dengan pantai. Akibatnya, gelombang tidak memiliki cukup waktu atau jarak untuk menyurut.
Terakhir, bukti yang menunjukkan bahwa tsunami juga disebabkan oleh terjadinya longsor pada dasar laut.
“Gempa mungkin menyebabkan longsor pada dasar laut dekat dengan mulut teluk, atau bahkan di dalam teluknya,” kata Cunneen.
Hal ini dapat membantu menjelaskan kenapa gelombang begitu besar menerjang dekat Kota Palu, namun lebih kecil di daerah lain.
(Ahmad Luthfi)