JAKARTA - Bintang yang terlihat di langit malam tampak menunjukkan cahaya berkedip-kedip. Rupanya, setiap jamnya terdapat bintang yang mengalami kematian.
Dalam buku Sains dalam Alquran yang ditulis Nadiah Thayyarah, dijelaskan bahwa sains membuktikan setiap bintang memiliki tahapan kehidupan yang harus dilaluinya. Tahapan itu adalah kelahiran, pertumbuhan, kematangan, mendekati-kematian dan ketiadaan.
Dengan bantuan teleskop-teleskop raksasa, para ilmuwan bisa mengetahui bahwa ada ratusan bintang mati setiap jam. Sebagian bintang itu, sebelum padam (mati), sinarnya tiba-tiba bertambah terang, mencapai ratusan ribu kali terangnya matahari dan ukurannya pun membesar ribuan kilometer per detik. Kemudian, bintang-bintang itu meledak dengan dahsyat.
Pada 27 Februari 1987, tampak suatu fenomena yang disebut supernova. Supernova adalah cahaya yang berasal dari ledakan bintang raksasa yang bernama Sanduleak.
Ledakan itu terjadi pada 170 ribu tahun lalu, tetapi cahayanya masih bersisa selama masa itu dan baru sampai kepada manusia pada 27 Februari 1987. Artinya, cahaya bintang tersebut sampai kepada Bumi atau manusia setelah masa 170 ribu tahun setelah ia meledak. Bintang itu sendiri berjarak 150 ribu tahun cahaya dari Bumi.