Sains empiris muncul pada akhir abad ke-20 untuk memperkuat bahwa dalam tahapan kehidupan bintang terdapat masa redup (inkidar) dan masa tak terlihat (thams). Bintang adalah benda langit yang sangat panas, menyala dan bisa menghasilkan cahaya dari dalam dirinya sendiri.
Di antara yang menyebabkan bintang dapat mengeluarkan cahaya ialah terjadinya proses fusi nuklir di dalam tubuh bintang. Maka, jika inti bintang telah berubah menjadi besi, ada dua skenario yang akan dijalani olehnya, tergantung dengan massa permulaannya.
(Foto: NASA)
Skenario pertama, bintang itu meledak. Skenario kedua, bintang itu akan mengerut dan menggumpal. Jika bintang mengerut, materinya menjadi sangat padat sehingga cahayanya tidak bisa lepas meninggalkannya dan bintang itu pun menjadi tidak bisa terlihat.