Kedua mengidentifikasi berapa banyak orang yang benar-benar menjadi korban serangan siber selama periode pelaporan, dan ketiga menunjukkan jumlah pengguna yang telah menginstal solusi keamanan pada device untuk mengakses internet termasuk komputer dan perangkat mobile.
"Kami menciptakan Indeks ini untuk menarik perhatian pengguna, media dan vendor terhadap isu keamanan siber," kata Andrei Mochola, Head of Consumer Business at Kaspersky Lab, kepada Okezone, Selasa (20/9/2016).
Menurutnya, saat ini banyak pengguna, tidak menyangka bahwa mereka akan berhadapan langsung dengan ancaman siber, sehingga mereka tidak menginstal solusi keamanan pada perangkat mereka dan berperilaku sembarangan saat online. "Hal ini membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi penjahat siber," tandasnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)