Kenali Bahaya Siber yang Mengancam Pengguna Internet

Arsan Mailanto, Jurnalis
Selasa 20 September 2016 17:54 WIB
(Foto: Kaspersky)
Share :

JAKARTA - Kaspersky Lab memperkenalkan Kaspersky Cybersecurity Index untuk mengukur tingkat ancaman siber yang dihadapi oleh pengguna internet saat ini.

Cybersecurity Indeks ini berbasis data-data yang dikumpulkan oleh perusahaan dari ribuan penggunanya di seluruh dunia. Berdasarkan survei yang dilakukan di seluruh dunia pada Agustus 2016, satu dari lima pengguna (21 persen) percaya bahwa dirinya merasa terancam oleh segala sesuatu dalam bentuk online.

Pada saat yang sama, hampir sepertiga dari pengguna (29 persen) menjadi korban kejahatan penjahat siber (misalnya, 8 persen pengguna mengalami akun mereka diretas dan 22 persen pengguna mengalami perangkat mereka terinfeksi oleh malware).

Namun, hanya 60 persen dari pengguna yang menginstal solusi keamanan pada semua perangkat yang mereka gunakan untuk mengakses internet. Indeks menunjukkan, saat ini banyak pengguna meremehkan ancaman cyber bahkan setelah bertatap muka langsung dengan ancaman tersebut.

Kaspersky Cybersecurity Index menggabungkan tiga indikator utama, yang diukur setiap enam bulan dan menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk memantau tingkat risiko terhadap pengguna internet pada umumnya yakni pertama sasaran serangan siber.

Kedua mengidentifikasi berapa banyak orang yang benar-benar menjadi korban serangan siber selama periode pelaporan, dan ketiga menunjukkan jumlah pengguna yang telah menginstal solusi keamanan pada device untuk mengakses internet termasuk komputer dan perangkat mobile.

"Kami menciptakan Indeks ini untuk menarik perhatian pengguna, media dan vendor terhadap isu keamanan siber," kata Andrei Mochola, Head of Consumer Business at Kaspersky Lab, kepada Okezone, Selasa (20/9/2016).

Menurutnya, saat ini banyak pengguna, tidak menyangka bahwa mereka akan berhadapan langsung dengan ancaman siber, sehingga mereka tidak menginstal solusi keamanan pada perangkat mereka dan berperilaku sembarangan saat online. "Hal ini membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi penjahat siber," tandasnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya