Alasan Network Sharing Susah Diterapkan di Indonesia

Arsan Mailanto, Jurnalis
Selasa 28 Juni 2016 15:01 WIB
(Foto: Shutterstock)
Share :

Ia mengaku, bahwa network sharing juga terkait dengan penggunaan lisensi. Jika network sharing diwajibkan yang ada kewajiban membangun operator malah terabaikan. “Jangan sampai kita sharing, tetapi lisensi tak dipenuhi. Jadi begini, namanya lisensi apalagi yang memakai spektrum dialokasikan itu adalah sesuatu sumber yang terbatas,” jelas Ririek.

Menurutnya, di Indonesia ini spektrum yang dialokasikan dalam bentuk mobile itu salah satu paling sedikit di antara negara lain. Negara lain itu sudah membuka jauh lebih banyak dibandingkan Indonesia.

“Enggak usah jauh-jauh, seperti Filipina yang dibuka untuk seluler sementara kita sangat minim dan terbatas. Kalau lisensi itu diberikan kepada operator yang komitmen yang lebih rendah, kan sayang spektrum yang digunakan itu,” ucap Ririek.

Padahal lanjutnya, ada operator lain yang mau komitmen untuk membangun dan menggunakan spektrum juga tidak bisa padahal si operator ini komitmen membangun jaringan jadi tidak sesimpel itu. “Jadi prinsip dasar adalah sharing itu harus tidak mandatory, tetapi itu deal bisnis business to business (B2B),” kata Pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas ATSI tersebut.

Sementara itu, bagi operator network sharing dianggap bisa menjadi solusi untuk menekan biaya cost investasi membangun jaringan yang sangat besar. Namun di satu sisi juga dinilai memunculkan risiko bagi wilayah tersebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya