JAKARTA – Laporan kuartal tiga 2013, trafik voice Indosat mengalami pertumbuhan tipis sebesar 0,2 miliar menit. Menurut Alexander Rusli, ini menunjukkan bahwa masyarakat/pelanggan sudah meninggalkan SMS dan layanan voice.
“Semua udah ninggalin SMS dan voice,” ucap Alex yang merupakan Chief Executive Officer (CEO) Indosat itu. “Tren voice sudah mengikuti dunia, growth-nya masih tapi menurun dan mulai melandai,” sambung pria yang menggantikan posisi Erik Meijer yang terbang ke perusahaan maskapi milik pemerintah, PT. Garuda Indonesia setahun silam.
Indosat dalam laporannya mencatatkan, trafik voice sebesar 16,6 miliar menit dan Minute Of Usage (MOU) atau rata-rata lama percakapan telefon pelanggan 96 menit. Untuk SMS, operator kuning mencatatkan 71 miliar SMS, naik 1,7 persen dari laporan kuartal kedua 2013.
Menurut Alex, tren data menjadi primadona saat ini. Di mana pihaknya mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,8 persen dari kuartal dua tahun lalu. Perusahaan mencatatkan 6.458 terrabyte data per kuartal tiga 2013, naik 60,9 persen dibandingkan laporan tahun lalu.
“Dari sisi jaringan, kami siapkan data yang bagus untuk konten video dan segala macam,” imbuhnya.
Dalam catatan perusahaan, Alex melihat layanan data belum digunakan secara maksimal, khususnya untuk di luar kota besar. Meskipun, sebanyak 70 persen dari pelanggan smartphone Indosat tercatat masih menggunakan handset 2G dan sisanya 3G.
“Di luar Jawa paling pemilik smartphone cuma 15 persen bahkan di beberapa daerah nggak ada,” kata Alex.
Dia mengakui, sejumlah masalah seperti ketahanan baterai nampaknya menjadi alasan pelanggan enggan menggunakan smartphone. “Dulu jaman feature phone sekali isi bisa tahan tiga hari, sekarang smartphone nggak bisa kaya gitu,” ungkapnya.
Tak Pilih Platform
Dari sudut pandang handset, operator di Indonesia tidak melakukan subisi perangkat. Namun ada cara lain untuk meningkatkan penetrasi penggunaan smartphone dengan bermintra dengan vendor luar.
“Masih ada faktor brand-minded. Di Indonesia konsumen mendingan beli smartphone bermerek dengan spesifikasi rendah daripada merek China canggih tapi mereknya apa,” sebut pria yang hobi masak itu.
Sementara urusan platform, Indosat pun tak mengambil posisi terhadap platform tertentu. Menurut dia, perusahaan terbuka dalam bentuk kerjasama dan memberikan layanan yang sesuai kebutuhan pelanggan.
“Kami support semua platform. Tapi paling banyak pengguna smartphone Indosat menggunakan Android,”
“Tak ketinggalan juga kami support BlackBerry, tapi dalam enam bulan terakhir, banyak pelanggan pelanggan kami yang berpindah ada yg ke platform BlackBerry yang lebih baru, tapi ada juga yang ke platform lain,” tutupnya.
(Amril Amarullah (Okezone))