Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak Penetrasi Masif AI, Programmer China Dihantam PHK Massal

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 11 Oktober 2026 |14:58 WIB
Dampak Penetrasi Masif AI, Programmer China Dihantam PHK Massal
Ilustrasi.
A
A
A

"Batas usia 35 tahun"—sebuah stigma lama di industri teknologi China—kini telah turun lebih rendah lagi. Para pemrogram yang baru menginjak usia awal 30-an mengaku dianggap "terlalu tua" dan "terlalu terbebani tanggung jawab keluarga" untuk bisa dipekerjakan.

Seorang pengembang Java yang telah dua kali terkena PHK dalam kurun waktu empat tahun mengeluhkan bahwa sekadar mencapai usia 30 tahun saja sudah menjadi tantangan di pasar yang kini sangat jenuh. Bagi mereka yang berusia pertengahan 30-an, situasinya sangat suram: cicilan rumah, kredit mobil, dan biaya pendidikan anak menjadi beban berat, sementara ancaman tergantikan oleh AI membuat mereka terjebak dalam ketakutan akan jatuh sakit, mengambil jeda istirahat, atau bahkan sekadar menganggur dalam jangka pendek.

Beijing tampaknya tidak terlalu khawatir dengan perkembangan ini. Partai Komunis China (PKC) mengedepankan AI sebagai simbol kemajuan nasional, dengan gencar mempromosikan "Rencana Aksi AI Plus" yang menargetkan tingkat penetrasi 70% di industri-industri utama pada tahun 2027 dan 90% pada tahun 2030. Namun di sisi lain, tidak ada kebijakan pendamping untuk melatih ulang pekerja yang kehilangan pekerjaan, menciptakan peluang kerja baru, atau menyediakan jaring pengaman sosial.

Dengan memprioritaskan kemajuan teknologi di atas mata pencaharian manusia, Beijing telah meninggalkan generasi yang pernah mendorong kebangkitan China. Banyak tenaga kerja, termasuk mereka yang terbiasa dengan pola kerja intensif 996 (pukul 9 pagi hingga 9 malam, enam hari seminggu) menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Beberapa programmer dilaporkan telah meninggalkan industri ini sepenuhnya. Setelah PHK berulang kali, beberapa dari mereka kembali ke kampung halaman dan mengikuti pelatihan ulang sebagai teknisi listrik, tukang ledeng, tukang kayu.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement