JAKARTA - Pengendara sepeda motor tak boleh kehilangan fokus saat berkendara. Kelengahan sedikit saja bisa berakibat fatal.
Tak sedikit ditemukan pengendara motor menggunakan gadget. Namun, penggunaan gadget jangan berbarengan saat sedang sedang stop and go lantaran jalan raya bukan tempat yang pas untuk multitasking. Terlebih ketika satu tangan memegang setang dan perhatian justru tertuju pada layar.
Secara aturan, pentingnya menjaga konsentrasi tertuang dalam Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal tersebut mengatur setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.
Penggunaan gadget ketika sepeda motor sedang berjalan sudah pasti dapat memecah konsentrasi karena perhatian pengendara terbagi. Aktivitas seperti membaca pesan, membalas chat, mengecek notifikasi, mengganti musik, membuka media sosial, hingga mengambil foto atau video membuat pengendara harus membagi perhatian antara layar dan kondisi jalan.
Padahal, situasi lalu lintas dapat berubah dalam hitungan detik saja. Kendaraan di depan dapat mengerem mendadak, kendaraan lain berpindah jalur, pejalan kaki menyeberang, ataupun terdapat kondisi jalan yang membutuhkan respons cepat. Ketika perhatian pengendara sedang tertuju pada gadget, peluang terlambat melakukan manuver yang tepat menjadi semakin besar.
“Penggunaan gadget saat berkendara membuat konsentrasi pengendara terpecah. Ketika mata dan pikiran tertuju pada layar, pengendara bisa kehilangan kesempatan untuk melihat atau merespons kondisi di depan. Kecelakaan akibat distraksi seperti ini memang sangat berisiko, karena sering kali terjadi hanya dalam hitungan detik,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Agus Sani, Rabu (26/8/20206).
Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta - Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) mengajak pengendara membangun kebiasaan cari aman. Gadget bukan berarti harus ditinggalkan sepenuhnya saat berkendara, penggunaannya perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar tidak mengganggu konsentrasi.
Ada 5 kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan pengendara agar tetap dapat memanfaatkan gadget tanpa mengorbankan keselamatan. Berikut ulasannya :
Pastikan kebutuhan seperti rute perjalanan, ataupun pesan penting telah diperiksa sebelum sepeda motor mulai berjalan. Dengan begitu, pengendara tidak perlu tergoda mengoperasikan gadget di tengah perjalanan.
Jika membutuhkan aplikasi navigasi, tentukan tujuan dan rute terlebih dahulu. Perangkat juga dapat ditempatkan pada posisi yang aman dan tidak menghalangi pandangan serta tidak mengganggu kendali kendaraan.
Hindari membaca atau membalas pesan, mengecek media sosial, menerima panggilan, mengambil foto, maupun melakukan aktivitas lain yang membuat perhatian teralihkan dari kondisi jalan.
Jika terdapat kebutuhan yang tidak dapat ditunda, jangan memaksakan diri untuk menggunakan gadget. Cari lokasi yang aman terlebih dulu, berhenti dengan benar, kemudian gunakan gadget setelah kendaraan dalam kondisi berhenti.
Bunyi pesan atau panggilan tidak harus selalu langsung direspons. Biasakan menyelesaikan perjalanan atau mencari tempat aman untuk berhenti sebelum memeriksa gadget.
“Kami mengajak pengendara untuk tidak menjadikan gadget sebagai pemecah konsentrasi di jalan. Kalau memang harus menggunakan gadget, pastikan motor sudah berhenti di lokasi yang aman. Prinsipnya sederhana, saat motor berjalan fokus ke jalan, saat ingin menggunakan gadget berhenti terlebih dahulu. Kebiasaan kecil ini merupakan bagian dari penerapan cari aman dalam setiap perjalanan,” tutur Agus Sani.
(Erha Aprili Ramadhoni)