Untuk menjaga kondisi CVT tetap prima, konsumen dapat melakukan beberapa langkah berikut:
Bongkar serta bersihkan area CVT dari debu dan kotoran setiap menempuh jarak sekitar 2.000–5.000 kilometer, atau menyesuaikan kondisi penggunaan kendaraan.
Segera ganti kampas ganda maupun V-belt yang sudah aus, getas, atau mengalami kerusakan agar sistem transmisi kembali bekerja secara optimal.
Perawatan CVT sebaiknya dilakukan di bengkel resmi agar setiap proses pemeriksaan dilakukan sesuai standar. Dengan demikian, kondisi setiap komponen dapat dianalisis secara menyeluruh sehingga potensi kerusakan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Banyak konsumen baru datang ke bengkel setelah muncul bunyi gredek. Padahal apabila pemeriksaan dilakukan secara berkala, kondisi komponen CVT dapat diketahui lebih awal. Perawatan rutin tidak hanya menjaga performa motor, tetapi juga membuat biaya perawatan menjadi lebih ekonomis karena kerusakan dapat dicegah sejak dini,” tutur Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F Maharanto.
(Erha Aprili Ramadhoni)