Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sony Akan Hentikan Rilis Game Format Fisik pada 2028

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 02 Juli 2026 |11:38 WIB
Sony Akan Hentikan Rilis Game Format Fisik pada 2028
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA – Sony mengumumkan rencana untuk mengakhiri perilisan game dalam bentuk fisik secara permanen. Perusahaan tersebut mengumumkan bahwa mulai Januari 2028, produksi cakram fisik (disc) untuk game baru akan dihentikan untuk semua game yang dirilis di platform PlayStation.

Setiap game yang diluncurkan di konsol PlayStation setelah Januari 2028 hanya akan tersedia secara digital melalui PlayStation Store, atau sebagai kode PlayStation Store melalui pengecer (retailer) lain. Aturan ini hanya berlaku untuk game baru, bukan untuk game yang sudah dirilis atau yang akan dirilis sebelum Januari 2028.

Dilansir GSM Arena, Sony menyebutkan preferensi konsumen dan pergeseran industri hiburan yang lebih luas sebagai alasan di balik keputusan ini. Sony mengklaim sebagian besar komunitasnya lebih suka membeli game secara digital.

Media fisik telah menjadi daya tarik bagi konsol game sejak awal platform tersebut diciptakan. Kemampuan untuk membeli game dan langsung memasukkannya ke konsol untuk dimainkan selalu menjadi faktor pendorong yang membuat konsol begitu menarik.

Namun, hal ini tidak dapat dimungkiri juga menjadi duri dalam daging bagi penerbit game dan pemilik platform seperti Sony. Sebab, berbeda dengan kode digital, media fisik dapat dibagikan, ditransfer, atau dijual kembali. Tidak jarang orang berbagi game di antara teman, menjualnya setelah tamat untuk mendapatkan kembali sebagian uang, atau membeli salinan bekas (second) dari orang lain. Pengecer luring (offline) juga dapat memilih untuk memberikan diskon game sesuai keinginan mereka demi meningkatkan penjualan. Hal ini membuat harga game tetap kompetitif di pasar, dan membuat penerbit serta pemilik platform tidak mendapatkan keuntungan lagi setelah pembelian awal—sesuatu yang jelas mereka benci.

Selain sekadar bisa dibagikan, media fisik juga memungkinkan Anda untuk benar-benar memiliki produk yang Anda beli. Memilikinya secara nyata dengan bisa memegangnya di tangan, dan mengaksesnya selamanya tanpa khawatir game tersebut akan hilang dari toko daring (online). Media fisik juga memungkinkan permainan dimainkan selamanya. Jadi, meskipun penerbit game, pemilik platform, atau platform itu sendiri menghilang di masa mendatang, selama Anda memiliki konsol yang berfungsi dan versi fisik game tersebut, Anda selalu dapat memainkannya.

 

Selama bertahun-tahun, penerbit dan pemilik platform telah mencoba untuk menurunkan nilai disc fisik. Pertama, dengan tidak meluncurkan game di media fisik kapan pun mereka bisa, atau dengan menyediakan versi yang tidak lengkap di dalam disc, sehingga Anda harus terhubung secara daring untuk mengunduh sisanya.

Meski begitu, telah ada beberapa gerakan selama bertahun-tahun untuk mencoba melestarikan media fisik untuk game. Sudah menjadi rahasia umum bahwa penerbit dan pemilik platform tidak dapat dipercaya untuk mempertahankan kepemilikan game digital yang dibeli, atau melestarikannya untuk generasi mendatang.

Sebagai contoh, hampir dengan nada mengejek, bersamaan dengan berita penghentian penjualan game fisik untuk platform PlayStation saat ini dan di masa mendatang, Sony mengumumkan bahwa mereka akan menutup PlayStation Store di PS3 dan PS Vita mulai tahun ini. Meskipun unduhan untuk pembelian yang sudah ada masih diizinkan (hanya pembelian baru yang akan dihentikan), Sony hanya menawarkan jaminan "untuk masa mendatang yang dapat diperkirakan" mengenai berapa lama akses unduhan itu akan berlangsung. Inilah mengapa toko digital dan pembelian yang dilakukan dari PlayStation Store tidak dapat dipercaya sepenuhnya, karena Anda tidak pernah benar-benar memiliki apa pun. Pemilik platform selalu dapat memilih untuk menghapus game tersebut dari perpustakaan Anda, membatasi akses, atau sekadar menutup toko itu sendiri.

 

Sayangnya, pembeli rata-rata telah berbicara melalui dompet mereka. Sony tidak berbohong tentang hal itu; sebagian besar orang saat ini memang lebih suka membeli media mereka secara daring. Pemain PC telah melakukannya selama beberapa dekade terakhir, karena perusahaan menyadari sejak lama bahwa Anda tidak dapat menawarkan media fisik di platform tersebut tanpa langsung disalin dan dibajak.

Langkah Sony untuk menghentikan rilis disc fisik ini bisa jadi merupakan yang pertama, dan kemungkinan besar akan segera diikuti oleh perusahaan lain seperti Microsoft dan Nintendo. Dalam beberapa waktu ke depan, game dalam bentuk fisik mungkin akan sama sekali menghilang dari pasaran, digantikan oleh format digital sepenuhnya.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement