CEO Dario Amodei telah berulang kali memperingatkan tentang bahaya eksistensial yang ditimbulkan oleh penggunaan kecerdasan buatan (AI) tanpa batasan. Pada Senin, (9/2/2026) kepala Tim Riset Pengamanan Anthropic, Mrinank Sharma, tiba-tiba mengundurkan diri dengan peringatan samar bahwa "dunia dalam bahaya." Beberapa hari kemudian, perusahaan tersebut menggelontorkan USD20 juta ke sebuah kelompok advokasi politik yang mendukung regulasi AI yang kuat.
Pada saat yang sama, Anthropic dilaporkan sedang bernegosiasi dengan Pentagon mengenai apakah akan melonggarkan pembatasan penggunaan AI untuk penargetan senjata otonom dan pengawasan domestik. Kebuntuan ini telah menunda kontrak senilai hingga USD200 juta, dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth bersumpah untuk tidak menggunakan model yang "tidak memungkinkan Anda untuk berperang."
(Rahman Asmardika)