JAKARTA - Militer Amerika Serikat (AS) secara aktif menggunakan model kecerdasan buatan (AI) Claude dari Anthropic selama operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bulan lalu, menurut laporan dari Axios dan The Wall Street Journal. Laporan ini mengungkapkan bahwa teknologi perusahaan yang berfokus pada keamanan tersebut memainkan peran langsung dalam serangan mematikan di luar negeri itu.
Claude digunakan selama operasi aktif, bukan hanya dalam fase persiapan, demikian laporan Axios dan WSJ pada Jumat, (13/2/2026). Peran pastinya masih belum jelas, meskipun militer sebelumnya telah menggunakan model AI untuk menganalisis citra satelit dan intelijen secara real-time.
Kebijakan penggunaan laboratorium AI yang berbasis di San Francisco tersebut secara eksplisit melarang teknologinya digunakan untuk "memfasilitasi kekerasan, mengembangkan senjata, atau melakukan pengawasan." Tidak ada warga Amerika yang tewas dalam serangan itu, tetapi puluhan tentara dan personel keamanan Venezuela dan Kuba tewas pada 3 Januari.