Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jarang Spooring dan Balancing Roda Mobil, Risiko Kecelakaan Meningkat

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Jum'at, 08 Agustus 2025 |15:33 WIB
Jarang Spooring dan Balancing Roda Mobil, Risiko Kecelakaan Meningkat
Jarang Spooring dan Balancing Roda Mobil, Risiko Kecelakaan Meningkat (Ilustrasi/Freepik)
A
A
A

5. Pengendalian Sulit dan Handling Buruk

Mobil yang roda-rodanya tidak selaras cenderung “menarik” ke satu sisi, sehingga sulit dikendalikan. Handling menjadi tidak responsif, setir terasa berat atau membalik sendiri, bahkan mobil terasa oleng saat menikung.

6. Kerusakan Sistem Suspensi dan Komponen Kaki-Kaki

Kaki-kaki mobil seperti suspensi, bearing, tie rod, dan ball joint akan menerima beban kerja ekstra ketika roda tidak seimbang atau sudutnya tidak sejajar. Hal ini mempercepat keausan dan memperpendek usia pakai komponen tersebut. Ujung-ujungnya biaya perbaikan jadi membengkak.

7. Kinerja Kendaraan Menurun

Secara keseluruhan, baik spooring maupun balancing berfungsi memastikan kendaraan berfungsi dengan baik. 

Ketika kedua proses ini diabaikan, kinerja kendaraan akan menurun. Hal ini dapat mempengaruhi aspek lain, seperti kemampuan manuver, pengereman, dan kenyamanan berkendara.

8. Meningkatkan Risiko Kecelakaan 

Efek paling berbahaya dari jarang spooring balancing adalah meningkatnya risiko kecelakaan. Mobil bisa tidak terkendali dalam situasi darurat, cengkeraman ban terhadap jalan menurun, dan pengereman bisa tidak optimal. Terutama di jalan basah, licin, atau saat manuver mendadak.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement